Petani dan TNI Berantas Hama Tikus di Gambut

Petani dan TNI Berantas Hama Tikus di Gambut
hamatikus

hama tikus ganggu sawah petani. (ist)

MARTAPURA, INFOBANUA– Tikus adalah hama tanaman yang masuk kategori musuh petani yang paling sulit diberantas ,karena dimana ada makanan tikus selalu ada terutama terhadap tanaman padi .Sudah menjadi  kalender event  dimana ada tanaman padi disitulah gerombolan tikus menyerang .
Sejalan dengan dimulainya musim tanam dan prediksi itu akan terbukti maka  brigade  Pengamat Hama dan Penyakit (PHP) UPTD- BPTPH provinsi Kalimantan Selatan  Kamis /hari ini (21 Nopember 2013 ) bersama TNI melakukan gerakan grpyokan tikus yang dikonsentrasikan di handil Awang desa Kayu Bawang kecamatan Gambut kabupaten Banjar.
Koodinator gerakan Mohamad Noor dari BPTPH yang dikonfirmasi kemarin di Banjarbaru membenarkan kegiatan tersebut sebagai antisipasi meningkatnya populasi tikus dimusim tanam kedua Oktober-Maret (Okmar ) disaat Musim Hujan.
Tujuan utama pembasmian tikus  pada masa menjelang tanam itu ada dua alasan yang pertama kalau pada padi sudah ditanam  akan mengganggu tanaman oleh massa gerakan .dan yang kedua tikus tidak semuanya ada di lubang/sarang karena mencari makanan.
Tetapi kalau menjelang tanam /pasca panen tikus sedang ada di sarang  karena makanan /padi sudah dipanen ,dan alasan lain tidak ada kerusakan tanaman .
Kalau satu orang membunuh tikus sepasang  berarti telah  membunuh hama itu 18 ekor .perhitungan kalkuaksi  6 ekor atau 3 pasang  adalah 18 kali 3 yakni 54  ekor  dan apabila gerakan oleh ratusan orang tentu pupulasi tikus akan berkurang  sehingga kerugian petani akan berkurang juga.M.Noor selaklu koordinator lapangan gerakan pemberantasan hama dan penyakit  mengimbau petani bersama BPP-BPP di daerah melakukan gerakan serupa  sehingga  hama yang paling sulit dikendalikan itu bisa diminimalkan populasinya.
Selain 45 personil TNI  yang akan mem Back-Up  250 petani dari 8 kelompok tani ,ada insentiv bagi para petani  bagi yang mendapatkan  tikus terbanyak seperti satu kelompok mendapat 600 ekor akan mendapat insentive Rp.1 Juta dan yang kurang dari itu lainnya mendapat alat-alat pertanian .
Hal ini bukan berarti pemerintah membeli tikus namun hanya sebagai motivasi bagi petani agar melakukan gerakan-gerakan pengendalian  baik secara kelompok maupun individu .Pentingnya gerakan pengendalian Hama dan Penyakit (PHP) di Kalimantyan Selatan  adalah untuk menyukseskan program swasembada pangan nasional dan mempertahankan  peringkat Kalimantan Selatan sebagai lumbung pangan nasional urutan ke 9. Hadir dalam pertemuan itu Ksiter Korem 101 Antasari ,Kasdim 1006 Martapura ,Danramil Gambut,Dinas Tanbunak kabupaten Banjar ,dan unsur Muspika Gambut serta para Kepala desa. rel/infoB

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Responses

  1. auswanayi kNovember 22, 2013 at 1:18 pmReply

    beritanya cepat dan akurasinya pas bsering penerbitannya untuk ekonomi pertanian.

    • Author

      infobanuaDecember 4, 2013 at 1:09 pmReply

      Terima Kasih atas Apresiasinya..
      Salam,

Leave a Reply