Mata-mata Australia Gunakan Program Kemanusiaan Sebagai Kedok

0
54 views
mata mata. (ist)
mata mata. (ist)

DILI, INFOBANUA – Pemerintahan Timor Leste mengklaim berhasil mengidentifikasi sejumlah mata-mata Australia yang berusaha menyadap kantornya. Timor Leste menuding mata-mata tersebut menggunakan program bantuan kemanusiaan sebagai kedok.

Negara ini tengah menghadapi kasus arbitrase di pengadilan Den Haag melawan Australia. Dalam kasus tersebut, Australia dituding melakukan spionase demi mendapat keuntungan komersial dalam negosiasi perjanjian gas, Timor Gas yang membentang di wilayah kedua negara.

“Kami telah mengidentifikasi sejumlah orang yang datang untuk melakukan penyadapan. Kami memiliki nama-nama mereka,” ucap Menteri Sumber Daya Alam Timor Timur, Alfredo Pires kepada Sydney Morning Herald dan dilansir AFP, Selasa (10/12/2013).

“Mereka semua berjenis kelamin laki-laki, beserta kemungkinan seorang mata-mata wanita,” imbuhnya.

Saksi kunci dalam kasus tersebut merupakan seorang mantan agen intelijen Australia, atau yang disebut juga Australian Secret Intelligence Service (ASIS). Mantan agen tersebut mengungkapkan bahwa intelijen Australia menggunakan program dan proyek bantuan kemanusiaan sebagai dalih spionase mereka.

Terutama, proyek renovasi kantor kabinet pemerintahan Timor Leste yang ternyata dimanfaatkan untuk memasang peralatan penyadapan di dinding, dalam rangka menjaring informasi selama masa perundingan perjanjian gas tahun 2004 lalu.

Pires menolak untuk menyebut nama kelompok yang menawarkan bantuan kemanusiaan tersebut. Dia hanya menyebutkan bahwa peralatan penyadapan yang dipasang di dalam kantor perdana menteri dan dalam ruangan yang biasa digunakan untuk rapat kabinet, diselundupkan melalui kurir diplomatik.

“Penyadapan dilakukan melalui proyek bantuan … Kami tidak yakin apakah mereka juga menyamar sebagai relawan kemanusiaan,” ucap Pires kepada media Australia, The Australian.

Jika memang benar ada mata-mata Australia yang menyamar menjadi relawan kemanusiaan, Pires menyebutnya sangat keterlaluan dan benar-benar mengganggu. “Saya mengenal banyak relawan kemanusiaan dari Australia. Mereka orang-orang baik dan hal ini jelas akan mengganggu mereka,” tandasnya kepada The Herald.
det/infoB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.