Perbaiki Kualitas Wakil Rakyat, Masyarakat Berhak Recall Anggota DPR, Bukan Partai

0
743

dewan
JAKARTA, INFOBANUA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli menawarkan beberapa solusi terkait menurunnya kinerja anggota DPR, salah satunya mencabut hak “recall” partai politik terhadap kadernya di parlemen.

“Hanya masyarakat yang berhak me-`recall` anggota DPR, bukan partai,” kata Rizal Ramli di diskusi bertema “DPR Dambaan Rakyat” dalam “Pekan Kebangsaan Indonesia” yang diadakan International Conference for Islamic Scholars (ICIS) di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan “recall” itu dapat mengganggu kinerja anggota DPR dalam menyuarakan kepentingan masyarakat, namun bertentangan dengan keputusan partai.

Selain itu, dia meminta panitia anggaran yang membahas masalah keuangan di DPR dihapuskan karena sudah ada diurus ditingkatan komisi.
“DPR Indonesia seharusnya hanya memiliki wewenang dalam tingkat penyelidikan, sehingga tidak perlu meniru di Amerika Serikat bisa sampai level proyek,” ujarnya.

Rizal juga menyarankan agar pembiayaan partai dibiayai penuh APBN agar menghindari pencurian anggaran dari partai. Usulan itu menurut dia sudah lama diungkapkannya karena dengan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp5 triliun bisa mencegah pencurian sebesar Rp60 triliun.

“Selanjutnya, masyarakat harus memperkuat nasionalisme,” ucapnya.
Rizal juga menyoroti kasus korupsi yang terus terjadi di Indonesia, misalnya, ada sekitar Rp60-70 triliun pertahun dana yang diduga hasil korupsi yang mengalir ke partai. Selain itu menurut dia, modus korupsi yang di disain dan terus berkembang.

“Misalnya kasus `bail out` Bank Century, dan impor pangan yang merupakan kebijakan kriminal,” tukas dia.

Dia mengatakan saat ini merupakan era demokrasi kriminal karena faktanya 75 persen bupati/wali kota masuk penjara. Angka itu menurut belum ditambah dengan tindakan koruptif anggota DPR.Rizal juga mengatakan adanya modus korupsi yang dilakukan secara sistemik yang dilakukan beberapa pihak. tps/infoB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here