Puncak Gunung

0
34 views
gunung
puncak gunung

 

Cobalah tatap sebuah puncak gunung dibalik awan yang menutupinya.
Begitulah cara melihat visi kita ke depan.

Kita perlu sebuah keyakinan.
Seyakin apabila kita melihat adanya sebuah gunung yang nyata di hadapan kita
Tidak peduli meskipun awan kelabu, atau awan hitam, ataupun awan putih indah menutupinya.

Kita akan menembus ilalang, semak belukar, jurang, dan hutan belantara.
Bahkan kadang ada serangan binatang buas di dalamnya.

Kadang kita menemukan sebuah telaga jernih.
Tetaplah, dan teruslah berjalan dengan keyakinan menggunung yang ada di dalam hati kita.
Peliharalah terus keyakinan itu.

Suatu saat engkau akan tiba di sana.
Pada akhirnya engkau akan tahu.

Bahwa keindahan sesungguhnya bukanlah terletak pada puncak gunung yang indah nan sepi.
Akan tetapi keindahan itu adalah perjalanan itu sendiri.

Ketika engkau mengenal rasa takut, rasa sabar atau sebaliknya, damai atau sebaliknya, rasa adil atau sebaliknya, rasa terhormat atau sebaliknya, rasa cinta atau sebaliknya. Engkau akan mengenal Keberadaan Nya, ketika Dia menjauh atau mendekat.

Engkau akan paham melalui sifat Nya yang indah.
Lebih indah dari puncak gunung itu sendiri.

Maka hargailah perjalananmu sekarang, tak perlu meratapi, karena engkau sedang membuat sebuah novel sastra terindah tentang kehidupanmu sendiri. Tulislah semua dengan berbagai warna tinta, tinta biru, tinta hitam, tinta kuning, tinta merah, tinta jingga atau tinta ungu.

Dengan apapun warna tinta itu, maka ketika seluruh tinta itu dicampurkan menjadi satu, yang engkau lihat hanya menjadi tinta putih. Seputih kain kafan putih yang akan menutupi jasadmu.

infoB

Puncak Gunung
Cobalah tatap sebuah puncak gunung dibalik awan yang menutupinya.
Begitulah cara melihat visi kita ke depan.
Kita perlu sebuah keyakinan.
Seyakin apabila kita melihat adanya sebuah gunung yang nyata di hadapan kita
Tidak peduli meskipun awan kelabu, atau awan hitam, ataupun awan putih indah menutupinya.
Kita akan menembus ilalang, semak belukar, jurang, dan hutan belantara.
Bahkan kadang ada serangan binatang buas di dalamnya.
Kadang kita menemukan sebuah telaga jernih.
Tetaplah, dan teruslah berjalan dengan keyakinan menggunung yang ada di dalam hati kita.
Peliharalah terus keyakinan itu.

Suatu saat engkau akan tiba di sana.
Pada akhirnya engkau akan tahu.
Bahwa keindahan sesungguhnya bukanlah terletak pada puncak gunung yang indah nan sepi.
Akan tetapi keindahan itu adalah perjalanan itu sendiri.
Ketika engkau mengenal rasa takut, rasa sabar atau sebaliknya, damai atau sebaliknya, rasa adil atau sebaliknya, rasa terhormat atau sebaliknya, rasa cinta atau sebaliknya. Engkau akan mengenal Keberadaan Nya, ketika Dia menjauh atau mendekat.
Engkau akan paham melalui sifat Nya yang indah.
Lebih indah dari puncak gunung itu sendiri.

Maka hargailah perjalananmu sekarang, tak perlu meratapi, karena engkau sedang membuat sebuah novel sastra terindah tentang kehidupanmu sendiri. Tulislah semua dengan berbagai warna tinta, tinta biru, tinta hitam, tinta kuning, tinta merah, tinta jingga atau tinta ungu.
Dengan apapun warna tinta itu, maka ketika seluruh tinta itu dicampurkan menjadi satu, yang engkau lihat hanya menjadi tinta putih. Seputih kain kafan putih yang akan menutupi jasadmu.
infoB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here