Musibah Dimana-mana, SBY Sibuk Luncurkan Buku

0
38 views
anak nangis
SBY sibuk luncurkan buku, saat musibah marak.

Anggota DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, momentum peluncuran buku berjudul “Selalu Ada Pilihan” hasil karya Presiden Susilo Bambang Yudhono dianggap tidak tepat dan sama sekali tidak bijak. Sebab, peluncuran buku itu dilakukan disaat rakyat di sejumlah daerah sedang dilanda musibah, baik itu bencana banjir dan gunung meletus.

“Saya mengapresiasi peluncuran buku itu. Tapi, itu tidak bijak. Sebab ibu pertiwi sedang menangis melihat rakyat yang susah karena bencana,” kata dia.

Bambang menekankan, peluncuran buku 824 halaman yang diluncurkan SBY, Jumat (17/1) di JCC Senayan, Jakarta itu sungguh menyayat hati. Betapa tidak, peluncuran buku yang dihadiri ‎ sejumlah pejabat tinggi negara, anggota DPR serta sejumlah kalangan dari berbagai profesi itu berbarengan dengan musibah yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.‎

“Hari itu, warga di sejumlah wilayah di Jakarta hingga Manado di Sulawesi Utara dan Kabupaten Karo di Sumut, sedang berjuang mengatasi sejumlah persoalan akibat banjir. Sementara warga di Kabupaten Karo, Sumut, harus berupaya membebaskan diri dari siraman abu gunung Sinabung.”

“Mirisnya, warga Jakarta yang sedang dikepung banjir justru masih memperlihatkan keprihatinan dan simpati kepada saudaranya warga kota Manado dan warga Kabupaten Karo. Ini sangat kontras karena presiden justru merayakan peluncuran bukunya.”

Perayaan peluncuran buku itu, kata dia, akan memunculkan kesan bahwa Presiden SBY tidak bersimpati dengan situasi bencana yang sedang terjadi di sejumlah daerah di tanah air.‎

“Akibatnya mudah ditebak, publik pun kurang peduli pada buku itu. Bagi warga kebanyakan, tidak ada waktu untuk menyimak perayaan peluncuran serta muatan buku itu karena masyarakat sedang berkonsentrasi mengantisipasi bencana dengan segala akibatnya.”

Anggota Komisi III DPR itu menyarankan, seharusnya SBY cukup memerintahkan para pembantu terdekatnya mengumumkan penundaan peluncuran buku itu karena alasan bersimpati kepada warga yang sedang menghadapi bencana.

“Kalau penundaan perayaan itu dilakukan, bukan hanya simpati yang mengalir untuk SBY, tetapi juga menjadi sarana mempromosikan buku itu.” katanya.

set/infoB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here