BI Kembangkan SASIRANGAN: PIHPS Terintegrasi (Web, SMS dan Papan Harga)

0
85 views
Bank-Indonesia1
Gedung Bank-Indonesia

Banjarmasin – Sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat melalui stabilisasi harga pangan di Banjarmasin. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah II (Kalimantan) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Banjarmasin mengembangkan sistem Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang diberi nama SASIRANGAN (Sarana Informasi Harga Pangan).

Sistem tersebut mengintegrasikan informasi melalui website, SMS dan papan harga yang berada di pasar sebagai tempat pertemuan antara pembeli dan penjual komoditas pangan. Peresmian SASIRANGAN ditandai dengan pembunyian sirine oleh Walikota Banjarmasin, H. Muhidin beserta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah II (Kalimantan), Mokhammad Dadi Aryadi di Pasar Antasari, Banjarmasin (7/2).

Dalam sambutannya, Dadi mengungkapkan bahwa SASIRANGAN yang merupakan pilot project Pusat Informasi Harga Strategis (PIHPS) untuk wilayah Kalimantan Selatan adalah sistem informasi yang menyediakan informasi harga komoditas yang dikonsumsi secara luas oleh masyarakat serta diharapkan dapat mengurangi asymmetric information dikalangan pelaku ekonomi.

Perbedaan informasi harga antara penjual dan pembeli untuk meminimalkan gejolak harga, meningkatkan transparansi informasi untuk menjaga ekspektasi masyarakat, memudahkan akses masyarakat terhadap informasi harga dan stok bahan pangan strategis, serta menjaga kesetabilan harga yang bermuara pada kestabilan inflasi.

“Dengan adanya SASIRANGAN, diharapkan dapat meminimalkan peluang spekulasi dan manipulasi harga yang dilakukan pihak-pihak tertentu, sehingga dapat menghindarkan kegiatan ekonomi yang tidak efektif”, ungkap Muhidin dalam sambutannya.

Inisiatif SASIRANGAN dimulai sejak tahun 2013 melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), dimana Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah II (Kalimantan) menghibahkan sistem PIHPS (website, SMS Gateway dan Hardware papan harga) kepada Pemko Banjarmasin dan akan dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin sesuai dengan tupoksi.

Untuk tahap awal,informasi harga yang disediakan oleh SASIRANGAN merupakan harga 20 komoditas strategis (Beras Unus, Beras Karang Dukuh, Cabai Merah, Bawang Merah, Telur Ayam Ras, Ikan Gabus Hidup, Ikan Gabus Asin, Minyak Goreng : Curah dan Bimoli, Gula Pasir Curah, Gulaku, Cabai Rawit Biasa, Cabe Rawit Tiung, Bawang Putih, Daging Ayam Ras, Daging Bebek, Bawang Prei, Kentang, Kol, dan Wortel) di pasar Antasari dan Teluk Dalam, Banjarmasin.

Untuk mengakses informasi harga 20 komoditas tersebut, masyarakat dapat mengakses portal www.tpidbanjarmasin.org, melalui SMS Gateway dengan nomer 08115025050 dengan format HARGA(spasi)NAMA_KOMODITAS(spasi)NAMA_PASAR atau HARGA(spasi)NAMA_PRODUK, serta papan display LED yang dipasang di Pasar Antasari (pintu masuk samping) dan Pasar Teluk Dalam (depan).

Kedepan, diharapkan pilot project SASIRANGAN ini dapat dikembangkan ke semua kota/kabupaten terutama di kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan yang sudah terbentuk TPID yaitudi HSU, Balangan, HSS, Banjarbaru, Banjar dan Tanah Bumbu serta Tabalong yang merupakan kota penghitung inflasi selain Banjarmasin, sejak tahun 2014 ini.

“Selain itu juga diharapkan sarana ini dapatdilengkapi dengan informasi harga pada tingkat produsen, sehingga pada akhirnya dapat menciptakan transparansi informasi harga pangan strategis di Kalimantan Selatan”, pungkas Triatmo Doriyanto, Kepala divisi Asesmen Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah II (Kalimantan).

Rel/infoB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here