Sekolah Menengah Terbuka Segera Dibuka di Kalsel

0
120 views
sekolah dirumah
sekolah (belajar) dirumah atau home schooling. (ist)

Banjarbaru – Jika di perguruan tinggi ada jalur Universitas Terbuka (UT), maka tahun ini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengembangkan Sekolah Menengah Terbuka (SMT) sebagai solusi meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) jenjang pendidikan menengah.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemendikbud Ahmad Yazidie di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa mengatakan, pengembangan SMT merupakan salah satu upaya pemerintah mendorong peningkatan APK.

“APK tingkat pendidikan menengah pada 2012 baru mencapai 76,4 persen sehingga diperlukan terobosan dan inovasi untuk meningkatkannya yakni melalui pengembangan sekolah menengah terbuka,” ujarnya.

Ia mengatakan hal itu pada dialog bersama wartawan media cetak dan elektronik dihadiri belasan wartawan Kalsel membahas sekolah menengah terbuka dan tunjangan bagi guru jenjang pendidikan menengah.

Dijelaskan, sekolah menengah terbuka adalah subsistem pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan prinsip belajar mandiri dengan bimbingan tatap muka dan jaringan secara terbatas.

“Sekolah menengah terbuka merupakan pendidikan layanan khusus pada jalur formal yang diselenggarakan oleh sekolah induk dan merupakan bagian dari sekolah reguler,” jelasnya di depan wartawan peserta dialog.

Menurut dia, sekolah reguler yang menyelenggarakan sekolah menengah terbuka mengelola dan melayani dua kelompok peserta didik berbeda yakni kelompok peserta didik reguler dan peserta didik jarak jauh.

“Sesuai karakteristiknya maka masing-masing kelompok peserta didik jenjang pendidikan menengah dilayani dengan sistem belajar yang berbeda,” ucapnya di depan Kadisdik Kalsel Ngadimun dan undangan lain.

Dikatakan, visi sekolah menengah terbuka adalah meningkatkan akses, mutu, dan relevansi pendidikan menengah dalam mendukung target pencapaian Pendidikan Menengah Universal (PMU) yang dicanangkan pemerintah.

Ditambahkan, sasaran utama penyelenggaraan sekolah menengah terbuka jarak jauh adalah lulusan SMP dan sederajat yang tidak tertampung SMA dan SMK reguler karena berbagai kendala serta siswa DO dari sekolah.

Model penyelenggaraan sekolah menengah terbuka ada tiga pengembangan yakni dominan online, balance online dan tatap muka serta dominan tatap muka tetapi seluruhnya tergantung kemampuan dan kapasitas daerah.

“Penyelenggaraan sekolah menengah terbuka diharapka mampu memberi kontribusi berarti terhadap peningkatan APK pendidikan menengah nasional yang ditargetkan sebesar 97 persen pada 2020,” katanya.

ant/infoB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here