Ramadhan jadi ‘Bulan Membaca Buku’

0
40 views
Jpeg
Kadid Bapustarda Kalsel H Hawari

Banjarmasin – Suasana Ramadhan di Kota Banjarmasin nuansanya sedikit berbeda dengan hari biasanya. Saat berpuasa, terlihat sebagian kaum muslim kota seribu ini bisa dilihat di Kantor Perpustakaan Daerah Kalsel Jl A Yani km 6,5 Banjarmasin.

Pantauan dilapangan dalam seminggu terakhir, terlihat puluhan kaum muslim mulai remaja, tingkat mahasiswa terlihat asyik memanfaatkan waktunya untuk memperbanyak membaca buku koleksi perpustakaan terbesar di Kalsel ini.

Hal ini diakui oleh Kadis Bapustarda Kalsel H Hawari, pihaknya bersyukur masyarakat dibulan suci ini terlihat begitu antusias membaca dengan berkunjung ke perpustakaan.

“Alhamdulilah, jumlah pengunjung terus meningkat dari hari biasanya, buku buku bacaan tentang agama terlihat banyak yang dicari. Syukur Alhamdulilah, koleksi di Perpustakaan Kalsel tersedia,” katanya, Jumat (11/7).

Harapannya, kondisi ini jadi embrio kegemaran baru sebagian masyarakat di Kalselini, engan gemar mengunjungi perpustakaan milih daerah. “Kami berharap bulan Ramadhan bagi Muslim bisa diisi dengan kegiatan positif dengan banyak membaca dan membaca, apalagi suasana perpustakaan yang makin baik dengan adanya AC
dan internet,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan perpustakaan daerah membangun 600 perpustakaan desa dari target seribu perpustakaan desa guna meningkatkan minat baca masyarakat.

Pemerintah juga melengkapi fasilitas perpustakaan dengan teknologi seperti internet dan lainnya, sehingga memudahkan pelajar maupun mahasiswa untuk mendapatkan bahan-bahan yang dicari.

Selain perpustakaan desa, pemerintah juga menyediakan perpustakaan keliling, ditambah sarana serupa dari instansi, sekolah swasta seperti madrasah, sampai pengelola mesjid yang turut menyediakan perpustakaan.

Menurut Kepala Perpustakaan Nasional, Sri Sularsi, berdasarkan hasil survei, minat baca orang Indonesia itu 1 : 1.000 atau hanya satu orang dari seribu yang suka membaca. Padahal, membaca sangat penting dan kini menjadi kebiasaan atau budaya orang-orang di Negara maju.

Salah satu yang menyebabkan rendahnya minat baca tersebut adalah kurangnya kemampuan daya beli terhadap buku. Sehingga, peran perpustakaan untuk membantu masyarakat hingga pelosok pedesaan agar memiliki kemauan membaca dengan menyediakan buku-buku gratis sangatlah penting.

Saat ini Pemprov Kalsel sudah punya perpustakaan desa sebanyak 668 buah dan sampai 2015 ditarget terpenuhi 1.000 buah.

rel/infoB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.