Akses Jalan SDN Sungai Lulut 2 Butuh Perhatian, Berada di Gang Sempit dan Becek

0
196 views
Jpeg
Kepala Sekolah SDN Sungai Lulut 2 Rusilawati SPd.

Banjarmasin – Rusilawati SPd Kepala Sekolah SDN Sungai Lulut 2 Jl Martapura Lama Kabupaten Banjar menilai, keberhasilan pendidikan selain kualitas guru juga faktor dukungan sarana pendidikan. Sedangkan komponen institusi pendidikan yang lain yang meliputi aspek manajemen, leadership, guru dan unsur lainnya, ikut memengaruhi pengelolaan institusi pendidikan sehingga hasil yang diharapkan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia bisa tercapai.

“Sebagai contoh keberadaan SDN Sungai Lulut 2 yang berada disekitar pasar tradisional dari sisi letak geografis sebenarnya kurang layak. Karena factor kebisingan sebab sekolah yang hanya memiliki 6 kelas ini lokasinya dibelakang pasar tradisional yang waktu pagi sangat sibuk dan ramai. Diperparah lagi oleh akses jalan menuju sekolah harus melewati gang sempit dan sering calap jika musim hujan,” ujarnya.

Kondisi sekolah seperti itu, lanjut kepala sekolah yang enerjik dan ramah ini tak menyurutkan semangat para guru SDN Sungai Lulut 2 memberikan pendidikan pada para siswanya.

“Meski lokasi sekolah SDN Sungai Lulut berada di gang sempit dan becek serta berisik dekat pasar, hal ini tak menjadi halangan para guru memberikan pelajaran dan pendidikan terbaik pada siswanya. Ini menjadi tantangan bagi guru disini,” ujarnya bersemangat.

Jpeg
Kepala Sekolah SDN Sungai Lulut 2, Rusilawati SPd didampingi Guru Kelas 1, Yunita Ariani memberikan perhatian kepada siswa kelas 1. (ist)

Dalam pantauan, keberadaan SDN Sungai Lulut 2 yang memiliki 6 kelas tapi dijadikan sekat-sekat dari kayu lapis sebanyak 9 rombel (rombongan belajar). Sudah saatnya diberikan perhatian lebih oleh Pemkab Banjar, lingkungan sekolah yang kurang layak karena dekat pasar.

Ditambah akses jalan masuk sekolah harus melewati gang sempit becek terlihat sangat menyiksa para anak-anak murid SD dilingkungan kawasan padat penduduk ini.

“Tak bisa dibayangkan jika hari hujan jalanan menuju sekolah yang sempit dan licin membahayakan para siswa. Ini hendaknya jadi perhatian pemerintah,” tegas Acil Misna salah satu orang tua murid.
Dalam hal sarana belajar, keberadaan meja, kursi serta lemari buku ditiap kelas juga kondisinya sangat memprihatinkan, tegas Acil Misna dengan wajah sedih.

Memang dalam konteks terbentuknya iklim yang lebih kondusif dalam lingkungan sekolah diharapkan dapat menjamin terciptanya suasana yang nyaman, tenang serta bergairah, maka semua elemen yang ada dalam institusi itu harus memiliki sinergitas yang kuat di antara satu sama lain dalam upaya mencapai tujuan yang sama.

Meski dengan sarana dan prasarana seadanya, peran guru selain memberi pengetahuan berkualitas pada anak didik. Para guru harus mampu meningkatkan kompetensi siswa. Dalam hal ini, guru profesional tentu akan mengupayakan siswanya agar dapat belajar dengan baik dengan lingkungan sekolah yang nyaman dan tenang.

rel/infoB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here