Jembatan Pulau Laut "Kado Terakhir" Dewan

0
68 views
gambar perspektif jembatan pulau laut (ilustrasi)
gambar perspektif jembatan pulau laut (ilustrasi)

Banjarmasin – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan Muhammad Iqbal Yudiannoor berpendapat, jembatan yang menghubungkan antara Pulau Laut, ibu kota Kabupaten Kotabaru dengan daratan Pulau Kalimantan merupakan “kado terakhir” dari perjuangan dewan.

“Walau pembangunan jembatan Pulau Laut – daratan Kalimantan wilayah Kalimantan Selatan tersebut baru dimulai tahun 2015, tapi itu merupakan kado terakhir dari perjuangan anggota DPRD Kalsel sekarang, yang mengakhiri masa bakti 8 September 2014,” tandasnya di Banjarmasin, Jumat.

“Jadi ini merupakan kado terakhir dari DPRD Kalsel periode 2009 – 2014 bagi masyarakat di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk lebih empat juta jiwa,” lanjut politisi muda Partai Demokrat tersebut.

Pasalnya, lanjut putra H Sjachrani Mataja, mantan Bupati Kotabaru tersebut, pembiayaan untuk memulai pembangunan jembatan yang merupakan kado terakhir DPRD Kalsel itu, sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) provinsi tahun 2015.

“Dengan masuknya dalam RAPBD provinsi 2015, merupakan kepastian untuk pembangunan jembatan yang menjadi idaman masyarakat Pulau Laut atau Kotabaru,” tandas yang disebut-sebagi mau ikut suksesi kepemimpinan daerah kabupaten paling timur Kalsel itu.

Hal itu, lanjutnya, karena keberadaan jembatan dengan bentang sekitar tiga kilometer tersebut sangat dinantikan masyarakat, agar tidak perlu lagi menggunakan feri untuk menyeberang, baik menuju ataupun dari Pulau Laut.

“Jembatan tersebut nanti sangat membantu akses masyarakat, sehingga warga yang hendak ke/dari Kotabaru bisa menggunakan jembatan, dan tidak perlu melalui perairan yang makan waktu sekitar setengah jam,” ujaranya.

Menurut dia, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya memudahkan akses masyarakat, namun juga berperan pada peningkatan kesejahteraan warga yang berada di pesisir.

“Karena banyak hal yang sulit diatasi dengan penggunaan feri, yang berbeda jika melalui jembatan,” jelas politisi yang berniat maju atau ikut meramaikan pemilihan kepada daerah Kotabaru tahun 2015 itu.

Ia mengungkapkan, pembahasan RAPBD-P 2014 dan RAPBD 2015 merupakan tugas terakhir dewan, sebelum mengakhiri masa jabatan pada 8 September mendatang.

“Ini tugas terakhir yang harus diselesaikan dewan, termasuk beberapa Raperda yang kini sedang dibahas, agar bisa rampung sebelum berakhirnya masa bakti,” tambahnya.

Ant/infoB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here