Koruptor Mengejar Haji Mabrur (Mungkinkah ?)

0
45 views

naik-haji-di-usia-muda-kenapa-tidakoleh M. HAFIZH AFRIZA *)
Seperti tahun-tahun sebelumnya, hiruk-pikuk pelaksanaan ibadah haji sudah terasa pasca Idul Fitri sampai dengan berakhirnya bulan Dzulhijjah. Gonjang-ganjing pelaksanaannya mulai dari persiapan, keberangkatan hingga kepulangannya selalu menghiasi berita pada berbagai media. Selamatan, syukuran serta permintaan maaf dan doa restu terlihat dimana-mana, khususnya pada calon jemaah haji.

Pemerintah sebagai penyelenggara selalu sibuk menyiapkan segala sesuatunya, karena dalam pelaksanaannya hampir selalu terjadi permasalahan. Bagi jamaah calon haji dengan berbagai macam motivasinya juga bersiap untuk menghadapi segala prosesi haji agar dapat melaksanakan dengan baik. Semua itu katanya hanya dengan satu tujuan yaitu “HAJI MABRUR”. Karena memang kalau itu yang didapat maka balasannya juga hanya satu yaitu syurga-Nya Allah swt.

Sebagian ulama berpendapat bahwa istilah “haji mabrur” berarti ibadah haji yang didalamnya tidak ada maksiat atau juga diartikan haji yang baik. Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 177 menyebut al-birr (asal kata mabrur) berarti kebaikan. Kebaikan berdimensi vertikal dan horizontal, kebaikan yang berhubungan dengan Allah Sang Pencipta dan kebaikan yang berhubungan dengan sesama manusia dan alam semesta, Hablumminallah dan Hablumminannas.

Mabrur-tidaknya haji seseorang hanya Allah yang mengetahui dan memang itu hak Allah untuk memberikannya. Namun demikian ke-mabruran haji seseorang dapat dikenalidari ciri-cirinya, antara lain dengan melihat perubahan sikap dan kehidupannya kearah yang positif.

Kemabruran haji tidak hanya dilihat dari terpenuhinya syarat dan rukun haji saja, tetapi juga dari biaya dan bekal yang dibawa, apakah bersumber dari yang halal atau tidak. Jika berasal dari yang halal harus dilihat lagi apakah sudah dibayar zakatnya dst.
Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar, memiliki orang-orang yang bergelar haji terbanyak didunia, namun hal tersebut ternyata tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah orang yang korupsi, bahkan banyak pula yang bergelar haji justru koruptor kelas kakap.
Salah satu ritual yang menjadi rukun dari ibadah haji adalah melempar jumrah yang saat ini dibuat dalam bentuk tugu dari batu. Tugu batu tersebut merupakan symbol dari iblis yang selalu menggoda manusia untuk melakukan keingkaran kepada Tuhan dan kejahatan kepada manusia. Ada tiga symbol iblis/kejahatan yang dilepar oleh para jemaah haji tersebut yaitu Jumrah Aqabah (kejahatan besar), Jumrah Wustha (kejahatan menengah) dan Jumrah Ula (kejahatan kecil).

Filosofi melempar jumrah adalah memerangi tipu daya iblis. Hakikatnya adalah memerangi kejahatan yang salah satunya adalah korupsi. Kita sepakat bahwa korupsi merupakan kejahatan besar yang luar biasa karena merusak tatanan dan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Artinya banyak orang yang dirugikan, terdzalimi bahkan teraniaya akibat adanya korupsi tersebut.

Jika seseorang yang telah menunaikan ibadah haji namun tetap melakukan perbuatan korupsi maka sangat diragukan kemabrurannya. Apalagi ketika pergi haji menggunakan biaya dari hasil korupsi, maka hampir dapat dipastikan hajinya ditolak oleh Allah swt. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan hanya mau menerima yang baik-baik saja”.

Uang hasil korupsi hakikatnya sama dengan uang curian. Mencuri milik satu orang saja sudah dilarang, apalagi mencuri uang rakyat yang nota bene milik banyak orang, maka bagaimana caranya untuk meminta maaf dan mengembalikannya.

Memang urusan mabrur-tidaknya haji seseorang adalah hak prerogatif Allah, tetapi setidaknya ada indikasi bahwa mabrurnya haji seseorang dapat dilihat dari perilaku dan akhlaknya setelah melaksanakan ibadah haji. Karena itu tepatlah rasanya bahwa haji mabrur tentu bukan orang yang melakukan korupsi pasca haji dan juga bukan orang yang menggunakan uang hasil korupsi untuk pergi barhaji. Wallahu ‘alam bishshawab

*) Mahasiswa Fak. Kehutanan UNLAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here