"Kayu Manis, ‘Bamboo Rafting’ Loksado, Harta Suku Dayak Meratus yang Mesti Dijaga"

0
212 views
malaris ok
sirop kayu manis dari Desa Malaris Loksado HSS Kalsel. (ist)

Mata Pak Wardi terlihat berbinar melihat rombongan wartawan dan pejabat Bank Indonesia wilayah Kalimantan mengunjungi Desa Malaris Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalsel. Jemari pria 56 tahun menggenggam hangat Triatmo Doriyanto pimpinan rombongan yang juga Kepala Divisi BI Wilayah II Kalimantan didampingi Ketua Forum Komunikasi Jurnalis Kalimantan (FKJK) M Risanta SE, yang menyambangi rumahnya di Desa Malaris Loksado, Jumat (31/10/2014).

“Kami terharu dan menyambut gembira kedatangan rombongan wartawan dan bapak-bapak pejabat Bank Indonesia. Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah serta semua pihak yang masih memperhatikan kehidupan masyarakat Loksado dan sekitarnya di kaki pegunungan Meratus ini.

Pesan dan permintaan kami, pesona hutan Loksado dan sumber dayanya dijaga dan dirawat bersama,” ujarnya.

Wardi yang juga bertanam pohon kayu manis (cinnamomum burmanii) ini menyampaikan suka citanya karena kehidupan warga di Loksaso tak terusik oleh aktivitas illegal logging serta illegal mining seperti halnya wilayah lain di Kalimantan.

“Kami berharap lewat perhatian dan koreksi wartawan kehidupan warga Loksado bisa terus terjaga. Kami titip keasrian Loksado yang masih tersisa kepada para wartawan, dengan menginformasikan kondisi Loksado saat ini. Permintaan kami jangan usik dan rusak lingkungan Loksado,” pintanya.

Keinginan Wardi petani tegar Loksado seakan ingin mewakili keinginan petani dan warga dikaki Pegunungan Meratus, agar kearifan local serta habitat alam jangan diusik dengan dalih kepentingan pembangunan. “Selama ini bertahun-tahun kehidupan kami bercocok tanam, ke ladang. Sambil menanam kayu manis sebagai tambahan penghasilan meski usaha penjualan kayu manis kurang menjamin ekonomi keluarga karena memang hasil kebunnya hanya bisa dipanen 10-15 tahun,” katanya.

“Meski harga kayu manis terus membaik, Rp15 ribu/kilo, tapi tak mampu meningkatkan kesejahteraan kami. Karena kendali pemasaran dan harga kayu manis, sebagian dikuasai para tengkulak,” katanya.

Memang tak bisa dipungkiri, kayu manis dari hutan Pegunungan Meratus terkenal dikenal memiliki kualitas baik dan harum. Sehingga banyak diminati pembeli dari Pulau Jawa yang kemudian dijual kembali ke berbagai Negara di luar negeri. Karena kayu manis merupakan salah satu bahan rempah-rempah yang dikenal di seluruh dunia. Dari sisi lain, kayu manis oleh warga dayak Meratus dijadikan obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Kayu manis dengan dicampur madu, dipercaya ampuh mengobati berbagai macam penyakit seperti radang sendi, kulit, jantung dan perut Kembung.

Seperti diketahui, Loksado salah satu daerah penghasil kayu manis terbesar di Kalimantan Selatan saat ini. Menurut data Distan Kalsel dan Dishutbun Kalsel produksi kulit kayu pada tahun 2000 sebesar 377,42 ton yang berasal dari lahan kayu manis seluas383 hektare yang berpusat di Kecamatan Loksado.

Secara lebih spesifik, luas areal hutan kayu manis di pegunungan Meratus diperkirakan mencapai 5-10 ha dari total 1.456,17 hektare yang di dalamnya juga terdapat tanaman kemiri atau keminting. Pengelola kayu manis di Loksado masi menggunakan sistem konvensional, yang dilakukan secara perorangan dan hanya mampu menciptakan sertifikasi usaha pembuatan sirup kayu manis dengan cara tradisional (home industry).

Bamboo-Rafting-Loksado
pesona dan eksotisme bamboo rafting Loksado. (ist)

Bambu Penyambung Hidup

Lain halnya warga di daerah aliran Sungai Amandit yang mengandalkan bambu untuk mengokosi hidup selain ke sawah. “Sambil menunggu hasil panen padi, kami juga menjual bambu untuk membantu kebutuhan sehari-hari,” tegas Ijay warga Desa Ulu Banyu, Kecamatan Loksado.

Di sepanjang daerah aliran Sungai Amandit yang membelah Pegunungan Meratus, memang banyak ditumbuhi pepohonan bamboo.

Seperti halnya tanaman hutan kayu manis, tanaman bambu yang tumbuh liar ini memerlukan waktu 15 tahun baru bisa dipanen. Di pasaran sebatang bambu ukuran besar berharga Rp 8.000 sampai Rp 10-.000. Oleh warga di bagian hilir, bambu yang dijual warga dari hulu tersebut dipotong-potong dan dibelah ukuran 2-3 meter. Bamboo yang sudah dibelah harganya sedikit lebih mahal Rp 10.000 perikat isi 20 potong.

Sebatang bamboo ukuran besar dapat dijadikan satu setengah ikat. “Jika lingkungan hutan kami dibantu terus lestari, maka kehidupan kami sebagai orang gunung tentu sejahtera,” harapnya.

bamboo1
refreshing dan wisata bamboo rafting Loksado yang mendebarkan. (ist)

Bamboo Rafting Wisata Alam yang Menakjubkan

Selain memiliki eksotisme alamnya yang terjaga, Loksado juga memiliki pesona arrung jeram menyusuri Sungai Amandit dengan rakit bambu (bamboo rafting). Arung jeram di Loksaso tentu memacu adrenalin para pecinta alam dalam mengarungi panjangnya sungai di hutan kaki gunung Meratus ini.

Bamboo Rafting atau disebut ‘Balanting Paring’ oleh masyarakat local, memberikan sensasi yang berbeda jika harus rafting dengan menggunakan perahu karet seperti di tempat lain misalnya, di Pulau Bali dan Bandung. Tapi balanting bamboo yang terbuat dari 10-20 batang bambu yang diikat dengan tali ini menggoreskan makna dan sensasi mendebarkan.

Karena peselancar hanya berdiri diatas rakitan bamboo yang disusun. Untuk bisa menaiki bamboo rafting ini pengunjung hanya dikenakan biaya Rp200 ribu dan Rp300 ribu per rakit bamboo dengan satu joki dan 4 orang penumpang.

Untuk sampai di Kecamatan Loksado yang berjarak sekitar 33 km dari Kota Kandangan dan berjarak sekitar 135 km dari Kota Banjarmasin ini, anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa mobil.

Namun, jika anda naik kendaraan umum, dari kota Banjarmasin naik angkutan umum yang menuju Kota Kandangan yang bisa ditemui di terminal Pal 6 Banjarmasin. dengan biaya sekitar Rp. 30.000 sampai Rp. 50.000. Dari terminal kandangan kemudian anda naik angkutan umum yang menuju Loksado. Dan kami sarankan untuk datang lebih pagi karena angkutan umum di Loksado terbatas yaitu hanya sampai jam 12 siang saja.

Jika terpaksa tidak bertemu dengan angkutan umum, ada ojek yang bisa mengantarkan anda ke tempat wisata Loksado, namun tentu saja akan memakan biaya yang lebih mahal. Lokasi wisata Loksado sudah ada beberapa penginapan mulai tarif Rp 150.000 – Rp 225.000/malam hingga Rp100 ribu juga tersedia. Juga kedai makanan khas Banjar juga tersedia disekitar lokasi wisata.

Pelatihan wartawan yang digelar FKJK ini sudah memasuki tahun kelima, dan akan terus dilakukan secara rutin setiap tahun dengan pendukung penuh dari Bank Indonesia (BI). Perwakilan media yang mengikuti acara ini yakni, Banjarmasin Post, Barito Post, Media Publik, Pemburu Fakta, Bisnis Kita, RRI, Abdi persada FM, Info Banua Online, TVRI, RTV, RCTI, Trans TV, Media Centre InfoKom Kalsel, Tribun Kaltim, Balikpapan Post, Tribun Pontianak. Serta pejabat BI dari Wilayah Kalimantan khususnya divisi kehumasan.

Ketua FKJK M Risanta SE mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan agar jurnalis di Kalimantan bisa membantu memberikan solusi dan memberitakan keberadaan UMKM serta objek wisata alam di Loksado kepada masyarakat luas.

“Lewat pemberitaan yang dibuat oleh para jurnalis diharapkan bisa membuka dan memicu keinginan para turis masyarakat untuk lebih banyak lagi berdatangan ke tempat yang kaya akan potensi penghasil kayu manis ini,” ujarnya.

Sementara itu, Triatmo Doriyanto Kepala Divisi BI Wilayah II Kalimantan menyambut baik kegiatan ini. Karena lewat kegiatan edukasi ini wartawan bisa membedah dan memberikan informasi secara utuh kepada masyarakat terhadap kondisi objektif suatu daerah. BI selam ini terus secara intensif mendukung program ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan dan pendampingan. di Kalsel yang sudah difasilitasi BI yakni, klaster bawang merah, pembuatan amplang, penggemukan sapi/kerbau, perikanan, pertanian, dll.

Solusi dan Problematika Kayu Manis Loksado

Guna memaksimalkan hasil usaha masyarakat Loksado khususnya Desa Malaris yang budidaya tanaman kayu manis. Sehingga memiliki nilai tambah untuk menunjang perekonomian, beberapa langkah yakni:
A. Problematika Sirop Kayu Manis, saat ini karena :
1. Peran pemerintah daerah masih dinilai setengah hati melakukan pembinaan.
2. Jumlah pohon kayu manis kurang dilakukan regenerasi (penanaman kembali), hal ini karena masa panen kayu manis ini relating panjang 10-15 tahun.
3. Kurang adanya gerakan bersama/kampanye penanaman pohon kayu manis di sekitar lokasi kebun warga Loksado.
4. Banyaknya alih fungsi lahan menjadi perumahan dan beralih ke ladang lain misalnya, pertanian dan perkebunan kelapa sawit dan karet.
5. Semakin menyempitnya lahan perkebunan kayu manis
6. Sebagian lahan (warga Desa Malaris) berpindah tangan diperjual belikan, dengan alasan nilai ekonomi
7. Harus ada Koperasi atau lembaga untuk menangani hasil olahan kayu manis missal, sirop, serbuk (sachet) sirop kayu manis, obat herbal dari kayu manis, dll.

B. Solusi mengembangkan kayu manis dan sirop kayu manis yakni:

1 Peran Pemkab HSS harus menjadi ‘bapak angkat’ menampung hasil usaha petani kayu manis.
2 Produksi usaha home industry sirop kayu manis harus didukung penuh pemkab, lewat perusahaan daerah untuk ikut memasarkan (promosi), sehingga terjadi keberlangsungan usaha.
3 Kemasan hasil UMKM sirop kayu manis harus lebih modern dan menarik.
4 Masa berlaku sirop kayu manis perlu diperpanjang, saat ini hanya 6 bulan. Dengan tehnologi tepat guna disarankan bisa tahan 1 tahun.
5 Sirop kayu manis dibuat serbuk (sachet), dikemas dalam kemasan tahan lama (minimal 1 tahun) sehingga mampu memberikan keuntungan petani.
6 Kayu manis sesuai khasiatnya sebagai tanaman obat herbal, bisa kemas dan dikembangkan menjadi industry jamu seperti halnya Sido Muncul di Jawa.
7 Harus ada gerakan moral ‘kampanye menanam pohon kayu manis di tiap lingkungan rumah penduduk dikawasan Loksado dan sekitarnya.
8 Harus ada larangan keras bagi warga yang menebang pohon kayu manis, sehingga kayu manis memang menjadi salah satu ikon Loksado.

Beberapa khasiat dari kayu manis dari Desa Malaris berdasar data riset medis dari Siamala Munusamy mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran (UNPAD), Bandung. Menurutnya, karena sifat kimia dari kayu manis ialah hangat, pedas, wangi, dan sedikit manis. Kandungan kimianya antara lain adalah minyak atsiri, safrol, sinamadehid, eugenol, tanin, damar, kalsium oksanat, dan zat penyamak. Sinamaldehid adalah turunan dari senyawa fenol.

Di dunia kedokteran, sinamaldehid diketahui memiliki sifat anti-agregasi platelet dan sebagai vasodilasator secara in vitro. Platelet adalah kolesterol yang menempel pada pembuluh darah. Agregasi (pengumpulan) platelet menyebabkan terjadinya aterosklerosis atau lemak mengeras di pembuluh arteri.

Karena kandungan tersebut, banyak manfaat dari mengonsumsi kayu manis, misalnya untuk menurunkan risiko aterosklerosis dan stroke. Selain itu, rempah-rempah ini ternyata juga sudah sejak lama dipercayai dapat mengobati kencing manis (diabetes mellitus). Kayu manis memiliki efek biomolekuler di pankreas. Ia mengandung senyawa kimia yang disebut PTP1B yang bekerja mengaktifkan senyawa di pankreas dengan cara mengaktifkan sel beta yang berfungsi menghasilkan insulin. Selanjutnya, insulin akan membuka pintu sel darah merah sehingga gula bisa masuk dan diubah menjadi energi. Senyawa PTP1B juga bekerja pada sel alfa yang berfungsi membantu hati menghasilkan glikogen. Sel ini mengubah gula menjadi glikogen atau cadangan energi.

Ia menambah glikogen, berbeda dengan obat-obat diabetes yang langsung menurunkan gula darah. Obat herbal seperti kayu manis bekerja dengan cara mengoptimalisasi fungsi organ tubuh yang masih baik. Kenaikan kadar gula darah hanyalah simptom dari gangguan insulin. Sumbernya adalah pankreas yang bermasalah. Karena itu, fungsi pankreas harus diperbaiki.

Selain itu, kayu manis berkhasiat untuk obat asam urat, tekanan darah tinggi, maag, tidak nafsu makan, sakit kepala (vertigo), masuk angin, diare, perut kembung, muntah-muntah, susah buang air besar, asma, sariawan, sakit kencing, sebagai peluruh keringat (diaforetik), peluruh kentut (karminatif), meningkatkan nafsu makan dan menghilangkan sakit.

Beberapa penggunaan

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kayu manis sebagai obat:

• Pengambilan satu sendok teh (1 gram) kayu manis sehari bisa membantu mencegah diabetes. Setelah penggunaan kayu manis selama 40 hari, penurunan kadar gula darah puasa, trigliserida, kolesterol jahat LDL dan kolesterol total dapat diamati. Penurunan itu terus berlanjut hingga 20 hari berikutnya.
• Untuk mengatasi tekanan darah tinggi, ambillah 2 jari kayu manis, 10 gram asam trengguli, 10 gram kencur, 15 gram daun sena dan 20 gram daun saga. Lalu, rebuslah dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc. Air rebusan tersebut disaring dan diminum selagi hangat. Resep lainnya: 1 jari kayu manis, 10 gram asam trengguli, 60 gram rambut jagung, dan 30 gram daun seledri, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc. Airnya disaring dan diminum selagi hangat.
• Untuk mengobati diare, ambillah 5 gram kayu manis dan 5 lembar daun jambu biji. Ramuan tersebut direbus dengan 600 cc air dan biarkan hingga tersisa 300 cc. Air ramuan tersebut disaring dan ditambahkan gula secukupnya, kemudian diminum dua kali sehari, 150 cc.

penulis : Ida Yusnita S.Sos (wartawan infobanua.co.id)

 

 

 

ida/infoB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here