Belum Ada Pihak yang Berani Ungkap Aktor Sepak Bola Gajah

0
29 views
sepak bola gajah
Ilustrasi sepak bola gajah

JAKARTA — Juru bicara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot S. Dewabroto, menyatakan hingga kini pihaknya belum mendapat informasi untuk mengungkap aktor utama di balik terjadinya sepak bola gajah dan pengaturan skor dalam sepak bola Indonesia.

Padahal Menteri Pemuda dan Olahraga (menpora), Imam Nahrawi, telah berjanji untuk memberi perlindungan bagi pihak yang ingin menjadi whistleblower dalam mengungkap dalang di balik kasus tercela di negeri ini.

”Hingga saat ini kami belum menerima satupun laporan terkait kasus itu,” kata Gatot di kantor Kemenpora usai menghadiri acara diskusi Kamis-an Kemenpora di Jakarta, Kamis (11/12).

“Mungkin karena publik belum tau dan takut untuk menyampaikannya, apalagi kalau lewat twitter, sejagad raya bisa tahu,” sambung pria yang juga menjabat sebagai Deputi v Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora ini.

Gatot mengimbau kepada siapapun yang mengetahui dalang di balik kasus sepakbola Gajah supaya berani menyampaikan informasinya secara langsung. Ia mengaku pihaknya sangat terbuka. Di web Kemenpora, kata dia, terdapat nomor telepon dan email yang bisa dihubungi.

Ia juga mengaku pihaknya sangat terbuka untuk melakukan sharing dengan berbagai pihak. “Tidak hanya kasus sepakbola Gajah, tapi terkait berbagai keluhan atau laporan, kami terbuka,” ungkapnya
Ulil Dukung Anies Baswedan Promosikan Doa Tuhan Yang Maha Esa
JAKARTA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Anies Baswedan menilai tata cara berdoa sebelum dimulai dan penutupan proses belajar bermasalah. Itu lantaran tata cara berdoa seperti itu didominasi agama tertentu. Dampaknya, Anies berencana menyusun tata tertib untuk mengatur proses berdoa siswa.

Atas ide itu, dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla sependapat dengan gagasan Anies. Bahkan, ia mendukung agar mantan rektor Universitas Paramadina tersebut mengubah doa dengan mempromosikan Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Menteri Anies B.: Sekolah negeri menjadi sekolah yang mempromosikan sikap berketuhanan yang Maha Esa, bukan satu agama. | Setuju!” katanya melalui akun Twitter, @ulil.

Menurut Ulil, sekolah negeri sudah menjadi tempat yang mengajarkan eksklusivisme. Hal itu dinilainya kurang tepat lantaran sebaiknya sekolah yang dimiliki negara menjadi tempat yang mengajarkan toleransi antarpemeluk agam.

“Sekolah-sekolah negeri yang dibiayai pajak dari rakyat sudah semestinya menjadi tempat pembenihan sikap keagamaan yang toleran. Bukan eksklusivisme,” kata politikus Partai Demokrat itu.

Ulil melanjutkan, “sekolah-sekolah negeri semestinya mengajarkan agama dengan pendekatan ‘dialog antar-agama’. Toleransi perlu dipupuk sejak dini.” Menurut dia, “Syarat demokrasi yang sukses di Indonesia adalah tidak adanya sentimen sektarianisme yang destruktif dan pemahaman keagamaan yang toleran.”

res/infobanua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here