Korupsi Dana Bansos, Wakil Bupati Banjar Fauzan Saleh Dituntut Lima Tahun Penjara

0
267 views
Dana-BansosIlustrasiDana
Dana-BansosIlustrasi

Banjarmasin – Jaksa Penuntut Umum menuntut Wakil Bupati Banjar, Kalimantan Selatan, H Fauzan Saleh lima tahun penjara dan denda Rp50 juta atau subsider enam bulan penjara.

Selain itu, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Rabu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa wajib mengembalikan kerugian negara Rp1,4 miliar atau subsider 1,6 tahun penjara.

Terdakwa Fauzan Saleh tersandung kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial

Mantan Karo Kesra Pemprov Kalsel era 2010 itu hanya bisa tertunduk mendengarkan tuntutan JPU dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) setempat, yang dibacakan Rosna M, yang kemudian diperjelas oleh Ketua Majelis Hakim Darsono.

“Sidang akan dilanjutkan pada 24 Desember mendatang, untuk pembelaan terdakwa,” ujar Ketua Majelis Hakim mengetok palunya.

Di luar persidangan, Penasehat Hukum Fauzan Saleh, Bunyani menyatakan, keberatan dengan tuntutan JPU terhadap klainnya. “Tuntutan JPU menggunakan jurus mabok,” ucapnya lantang.

Dia pun memastikan akan melakukan pembelaan terhadap klainnya, karena tuntutan yang dilayangkan jaksa dinilainya tidak masuk akal dan tidak mempertimbangkan fakta di persidangan selama ini. “Tuntutan JPU sangat banyak bertolak belakang dengan fakta persidangan,” belanya.

Saat keluar ruangan sidang, Fauzan Saleh memilih tidak mau mengomentari tuntutan hukuman terhadapnya. Hanya berkata, “demikianlah sudah tuntutan jaksa” dan seterusnya meninggalkan tempat persidangan dengan diiringi karabat dan para simpatisannya.

Tuntutan hukuman cukup tinggi juga didapatkan koleganya sesama mantan Karo Kesra Pemprov Kalsel Anang Bahranie yaitu lima tahun penjara, denda Rp50 juta atau subsider enam bulan penjara, dan wajib mengganti kerugian negara Rp12 miliar lebih atau subsider 2 tahun penjara.

Sedangkan mantan Staf Bendahara Biro Kesra Kalsel Sarmili dituntut 3,6 tahun penjara, denda Rp50 juta atau subsider enam bulan penjara, dan wajib mengganti kerugian negara Rp9 miliar lebih atau subsider 1,6 tahun penjara.

Menurut Sarmili, tuntutan jaksa sangat sadis baginya, dan dia merasa tidak percaya mendapatkan hukuman berat tersebut. “Saya kira salah baca tuntutan, itu bukan untuk saya,” ujarnya di luar persidangan.

Hal yang sama dirasakan Mahliana yang merupakan mantan staf bendahara Biro Kesra Pemprov Kalsel menerima tuntutan JPU selama 3,5 tahun penjara, denda Rp50 juta atau subsider enam bulan penjara dan wajib mengganti kerugian negara Rp3,5 miliar atau subsider 1,5 tahun penjara.

Jauh dari yang dialami keempat terdakwa itu, mantan Sekda Pemprov Kalsel HM Muchlis Gafuri dan mantan Asisten II Pemprov Kalsel Fitri Rifani yang juga terdakwa di kasus yang sama hanya mendapatkan tuntutan dari JPU, yakni sama-sama 2,6 tahun penjara denda Rp200 juta atau subsider 6 bulan penjara. Dan mereka tanpa dituntut mengembalikan kerugian negara.

Kesemuanya, JPU menuntut para terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi, juncto Pasal 18 Undang-Undang tindak pidana korupsi.
Sebagaimana diketahui, kasus dugaan korupsi Bansos 2010 di Biro Kesra Pemprov Kalsel senilai Rp27,5 miliar telah menyeret enam terdakwa dari pihak eksekutif, dan dua orang dari pihak ligeslatif/mantan anggota DPRD provinsi setempat periode 2009 – 2014. Ant/infobanua

Pemprov Kalsel Lombakan Permainan Rakyat “Balogo”
Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat, menggelar lomba permainan rakyat “balogo” yang diikuti wakil dari 13 kabupaten dan kota se provinsi tersebut.

Final lomba permainan rakyat tersebut berlangsung di halaman kantor Gubernur Kalsel, Jalan Sudirman Banjarmasin, Rabu, disaksikan ratusan penonton.

Keluar sebagai juara pertama regu balogo dari Sungai Pinang Kabupaten Banjar dengan demikian regu ini berhak atas tropi dan uang pembinaan jutaan rupiah, sementara juara dua diraih regu Cempaka Margasari Kabupaten Tapin juga berhal peroleh tropi dan uang pembinaan.

Sedangkan juara III dimenangkan regu Candi Laras Kabupaten Tapin dan juara harapan I dimenangkan regu Hunafa II Banjarmasin, Harapan II regu Kabupaten Hulu Sungai Selatan I, dan juara harapan III dimenang regu Taman Budaya Banjarmasin.

Menurut Kaspul, seorang panitia dari kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalsel, lomba tersebut dalam kaitan memeriahkan festival pasar terapung sekaligus untuk membangkitkan lagi kebuadayaan rakyat berupa permainan.

Selain itu, sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus sebagai atraksi wisata yang terus dipromosikan sebagai atraksi wisata tahunan.

Menurut dia, dalam lomba kali ini ditargetkan hanya 120 peserta ternyata animo masyarakat untuk mensukseskan lomba yang terbilang unik tersebut begitu luar biasa terbukti pesertanya mencapai 192 orang.

Berdasarkan catatan, balogo merupakan salah satu nama jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Permainan ini dilakukan oleh anak-anak sampai dengan remaja dan umumnya hanya dimainkan kaum pria.

Nama permainan balogo diambil dari kata logo, yaitu bermain dengan menggunakan alat logo. Logo terbuat dari bahan tempurung kelapa dengan ukuran garis tengah sekitar 5-7 cm dan tebal antara 1-2 cm dan kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat.

Bentuk alat logo ini bermacam-macam, ada yang berbentuk bidawang (bulus), biuku (penyu), segitiga, bentuk layang-layang, daun dan bundar.

Dalam permainannya harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya dengan campa yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2 cm.

Fungsi panapak atau campa ini adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain.

Ant/infobanua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.