Nilai Tukar Petani Kalsel Turun

0
38 views
petani menanam padi
ilustrasi petani di Kalsel

Banjarmasin – Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan Dyan Pramono Effendy mengungkapkan, nilai tukar pertani di provinsinya November 2014 tercatat 98,80 atau turun lagi seperti bulan sebelumnya.

“Nilai tukan petani (NTP) di Kalsel November 2014 turun 0,36 persen dibandingkan Oktober 2014, dan pada Oktober 2014 turun 0,02 persen dibandingkan September 2014,” ungkapnya, di Banjarmasin, Senin.

Ia menerangkan, turunnya NTP di Kalsel November 2014 itu karena indeks harga yang diterima petani (it) mengalami kenaikan sebesar 1,13 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (ib) mengalami kenaikan lebih besar yaitu 1,48 persen.

Dilihat dari subsektornya, tiga subsektor pertanian yang mengalami penurunan NTP, dan hanya dua subsektor mengalami kenaikan NTP pada November 2014, tuturnya.

Subsektor pertanian yang mengalami penurunan NTP yaitu tanaman pangan turun 0,32 persen, peternakan 0,90 persenm dan subsektor perikanan turun sebesar 1,12 persen.

Sementara subsektor pertanian yang mengalami kenaikan yaitu holtikultura naik sebesar 0,12 persen, dan subsektor pertanian tanaman pangan naik sebesar 0,04 persen.

Faktor lain yang turut mempengaruhi NTP Kalsel pada November 2014, yaitu terjadinya inflasi di pedesaan Kalsel sebesar 1,48 persen akibat naiknya indeks pada subkelompok bahan makanan 1,60 persen, makanan jadi naik 0,17 persen.

Selain itu, naiknya subkelompok perumahan sebesar 0,47 persen, kesehatan 0,69 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,08 persen, serta subkelompok transportasi dan komunikasi naik sebesar 5,82 persen.

Kecuali itu, lanjutnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel di Jalan KS Tubun (Pekauman) Banjarmasin, subkelompok sandang yang mengalami penurunan sebesar 0,13 persen.

Sementara untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalsel pada November 2014 sebesar 102,65 atau turun sebesar 0,36 persen dibandingkan NTUP bulan sebelumnya (Oktober 2014) yang tercata 103,02 atau turun 0,05 persen dibandingkan NTUP September 2014.

Secara nasional pada November 2014, Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikan NTP tertinggi sebesar 0,24 persen, sebaliknya Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami penurunan NTP tertinggi sebesar 2,02 persen.

Sebelumnya Oktober 2014, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami NTP tertinggi sebesar 1.30 persen, sebaliknya Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan NTP terbesar yaitu 0,91 persen.

Pada bulan sebelumnya lagi (September 2014), secara nasional, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kenaikan NTP tertinggi sebesar 1,37 persen, sebaliknya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami penurunan NTP terbesar 1,04 persen.

 

res/infobanua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here