Kunjungan Kapal Pesiar 2014 Meningkat 11,5 Persen

0
36 views
DCIM101GOPRO
Pelindo III_Terminal GSN_Cruise

 

SURABAYA  – Dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini makin banyak kapal pesiar (cruise) mendatangi Indonesia. Mereka bersandar di pelabuhan di seantero Tanah Air. Tren ini membuat jumlah kunjungan kapal wisata tersebut cenderung meningkat. Ambil contoh jumlah kunjungan cruise di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III.

Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto menyatakan bahwa korporasinya mencatat tiap tahun terjadi kenaikan kunjungan kapal pesiar ke pelabuhan yang dikelola Pelindo III. Tahun 2010 lalu, ada 57 kapal pesiar yang datang, kemudian tahun 2011 ada 76 kapal, tahun 2012 naik menjadi 92 kapal dan tahun 2013 tercatat 116 unit kapal pesiar.

“Bahkan sepanjang tahun 2014 sendiri, tercatat sebanyak 126 unit kapal pesiar dengan bobot kotor 4.829.867GT yang datang ke pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III. Ini menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 11,5 persen dibandingkan tahun 2013 lalu,” ungkap Edi. Untuk pelabuhan yang “paling rajin” disambangi kapal pesiar mewah tersebut yaitu Pelabuhan Benoa di Pulau Dewata, Bali. Selain itu kata Edi, Pelabuhan Lembar di Lombok dan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang juga sering disinggahi turis cruise.

“Ketiga pelabuhan itu tersebut memiliki hinterland obyek wisata yang menarik. Kalau ke Bali tentunya mengunjungi Pantai Kuta serta destinasi wisata lainnya yang sudah terkenal di dunia, sedangkan apabila ke Semarang mereka dapat ke Candi Borobudur dan wisata Kota Ambarawa serta Kawasan Kota Tua Semarang, adapun ke Lembar mereka berkunjung ke Pantai Gili Trawangan,” ujar Edi.

Dari jumlah ship call kapal pesiar pada tahun 2014, Pelabuhan Benoa di Bali merupakan tempat terfavorit bagi operator cruise dimana telah tercatat sebanyak 49 unit kapal pesiar bersandar di pelabuhan tersebut atau meningkat 19,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang dikunjungi 41 kapal pesiar. Demikian halnya dengan jumlah penumpang kapal pesiar yang melalui Pelabuhan Benoa mencapai 45.171 turis atau mengalami peningkatan sebesar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat hanya 39.105 orang.

Selanjutnya kapal pesiar juga mulai ramai bersandar pada Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah di mana pada tahun 2014 tercatat 25 unit kapal pesiar atau meningkat 31,6 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat hanya 19 unit kapal pesiar. Demikian halnya penumpang (turis) tercatat 13.679 orang meningkat tipis 2 persen apabila dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yaitu sebanyak 13.390 orang turis mancanegara.

Kunjungan kapal pesiar melalui Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada tahun 2014 ini sedikit mengalami penurunan, di mana tercatat 19 kapal pesiar atau turun sekitar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya tercatat 25 unit kapal pesiar.

Selain Pelabuhan-pelabuhan yang memiliki hinterland obyek wisata yang menarik tersebut, tren peningkatan jumlah kunjungan kapal pesiar terjadi secara signifikan juga terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak dimana tercatat 11 unit kapal pesiar yang sandar atau meningkat hingga 175 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya disandari sebanyak 4 unit kapal pesiar saja. Peningkatan juga terjadi pada jumlah arus penumpang di mana tercatat sebanyak 8.036 orang penumpang.

Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata RI, sepanjang tahun 2015 ini obyek wisata Indonesia direncanakan akan dikunjungi oleh sedikitnya 321 kapal pesiar dengan membawa turis mencapai 228.716 orang. Rincian tujuan obyek wisata diantaranya adalah Pulau Bali sebanyak 58 kapal pesiar dengan 85.972 turis, Pulau Nusa Tenggara sebanyak 97 kapal pesiar yang membawa 79.822 turis, Pulau Jawa sebanyak 32 kapal pesiar dengan 32.966 turis, Pulau Sulawesi sebanyak 41 kapal pesiar yang membawa 16.520 turis, Pulau Kalimantan sebanyak 27 kapal pesiar dengan 3.284 turis, Pulau Maluku sebanyak 20 kapal pesiar yang membawa 3.602 turis dan Pulau Sumatra sebanyak 11 kapal pesiar dengan 3.510 turis.

Langkah dan upaya Pelindo III untuk memberikan kenyamanan kepada para penumpang tidak hanya diberikan khusus kapal pesiar namun juga diberikan kepada penumpang kapal laut domestik. Sebagai salah satu contoh yang dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak dengan menyiapkan fasilitas terminal penumpang kapal laut, Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) yang memadai dan tak kalah dengan fasilitas yang disediakan di bandar udara.

Bahkan, beberapa waktu lalu Presiden RI, Joko Widodo bakal menjadikan Terminal GSN sebagai percontohan terminal penumpang secara nasional. “Ke depan harus ada standar pelayanan yang jelas, baik terminal bus, pelayanan penumpang, juga airport, standar harus ada. Standar Pelindo III di Tanjung Perak, saya kira akan kami pakai untuk semua pelabuhan. Ruang tunggu bagus, pelayanan tiketing kelihatan. Itu standar semua negara, kalau bangun di Merak-Bakauheni seperti di sini, Makassar seperti di sini,” kata Jokowi saat meninjau Terminal GSN, Surabaya, Sabtu (10/1).

Senada yang disampaikan Presiden, sebelumnya Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menilai terminal penumpang kapal Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang paling bagus sehingga layak menjadi contoh nasional. “Kalau yang paling bagus terminal penumpang kapalnya, ya, Tanjung Perak Surabaya. Coba saja lihat ke sana. Saya sudah minta itu jadi contoh nasional,” katanya.

rel/hms/infobanua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.