Pelindo III Tambah 4 RTG di Terminal Berlian

0
52 views
Pelindo III_BJTI, Anak Usaha Pelindo III Tambah 4 RTG_1s
Pelindo III Tambah 4 RTG di Terminal Berlian

Surabaya – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) melalui anak perusahaannya PT. Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) menambah peralatan bongkar muat berupa empat unit Rubber Tyred Gantry (RTG). Penambahan RTG baru buatan Kalmar Finlandia itu menelan dana hingga sekitar Rp 70 miliar. RTG baru ini mempunyai kapasitas stacking hingga 6 tier atau bisa menumpuk setinggi 6 boks petikemas. Adanya fasilitas peralatan baru tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa dan peningkatan produktivitas B/M petikemas di Terminal Berlian Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Arus bongkar muat dan volume petikemas di Terminal Berlian melonjak hingga sebesar 16,5 persen, pada tahun 2014 tercatat 1.158.947 juta TEUs, meningkat dari tahun 2013 yang tercatat 994.250 TEUs. Dengan penambahan ini, maka total jumlah RTG yang dioperasikan pada Terminal Berlian mencapai 13 unit. “Diharapkan kinerja operasional di lapangan penumpukan atau Container Yard (CY) pascapenambahan RTG Terminal Berlian bisa lebih optimal,” kata Direktur Utama BJTI, Putut Sri Muljanto.

Corporate Secretary BJTI, Widyaswendra mengatakan RTG baru ini menggunakan sistem mesin yang hemat bahan bakar, karena hanya memerlukan sekitar 15 liter solar per jam. Hal ini sesuai dengan tujuan perusahaan untuk mendukung efisiensi dan berwawasan lingkungan. Pada Kamis (15/1), kapal MV. Yong An Cheng Voyage 003 yang mengangkut empat buah RTG ini akan sandar di Terminal Berlian, selanjutnya proses perakitannya dilakukan di Lapangan Penumpukan Domestik Terminal Berlian sebelah barat.

“BJTI mengalokasikan dana hingga Rp 540 miliar rupiah sebagai anggaran investasi tahun 2015,” ujar Widyaswendra. Alokasi tersebut sebagian besar digunakan untuk pengembangan usaha, terutama ke anak perusahaan BJTI. Seperti diketahui saat ini BJTI memiliki empat anak perusahaan yaitu PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS), PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), PT Terminal Nilam Utara (TNU), dan PT Pelindo Properti Indonesia (PPI). Untuk BMS dan BKMS yang menjalankan proyek JIIPE (Java Integrated Industrial Port and Estate) di Terminal Manyar yang menjadi proyek kawasan industri dan pelabuhan terintegrasi pertama di Indonesia. Mega proyek ini diprediksi akan mulai beroperasi pada triwulan III tahun ini.

Dari total Rp 540 miliar rupiah anggaran investasi tersebut, di antararanya digunakan untuk program elektrifikasi (konversi energi) alat Harbour Mobile Crane (HMC) di Terminal Berlian sehingga alat bongkar muat ini dapat dijalankan dengan listrik dan tidak mengalami ketergantungan dengan solar. Termasuk juga konversi energi alat Container Crane (CC) di Terminal Multiguna Kupang, seperti diketahui bahwa BJTI saat ini telah menangani kerja operasional di Pelabuhan Satui (Kalimantan Selatan), Pelabuhan Tenau Kupang (NTT), dan Pelabuhan Lembar (NTB). “Konversi energi pada HMC, CC, dan RTG ini murni dilakukan oleh SDM internal BJTI, di mana ide ini muncul saat dilakukan lomba karya tulis ilmiah pegawai Internal BJTI,” cerita Widyaswendra.

Dengan penambahan fasilitas ini diharapkan BJTI dan semua stakeholder serta instansi pemerintah siap bersama menghadapi MEA dengan alokasi investasi yang cukup besar pada tahun 2015, demi mendukung terwujudnya cita-cita pemerintah saat ini yang mengedepankan pengembangan infrastruktur pelabuhan.

rel/hms/infobanua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.