Banjir di Kalsel Rendam 4.850 Hektar Sawah

0
49 views
sawah-dilanda-banjir-
sawah di Kalsel terendam banjir

Banjarmasin – Bencana banjir yang melanda wilayah Kalimantan Selatan sejak sepekan terakhir telah menyebabkan sekitar 4.850 hektare lahan sawah tersebar di empat kabupaten dan kota terendam air.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kalimatan Selatan, Fathurahman di Banjarmasin, Rabu, mengatakan bencana banjir hingga kini masih melanda empat kabupaten di Kalsel yaitu Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah dan Tanah Laut.

“Banjir tersebut telah merendami ribuan hektare areal persawahan di wilayah sentra pertanian Kalsel dan ratusan hektare diantaranya sudah dilaporkan mengalami puso,” katanya.

Dari sekitar 160.000 hektare tanaman padi yang ditanam para petani pada musim tanam Oktober-Maret, kata dia, luas areal terendam banjir seluas 4.850 hektare.

Sedangkan tanaman padi yang mengalami puso atau rusak sebanyak 400 hektare atau sepuluh persen, dan bila banjir belum juga surut, dikhawatirkan jumlah tersebut bisa bertambah.

Menurut dia, jika banjir terus berlangsung maka dipastikan luas areal persawahan yang terkena banjir akan semakin meluas.

Fathurahman berharap bencana banjir pada awal tahun ini, diharapkan tidak mempengaruhi target produksi padi Kalsel yang ditetapkan sebanyak 2.185.000 ton gabah kering giling (GKG).

“Apalagi, pemerintah pusat sendiri mematok percepatan peningkatan produksi mencapai 2,4 juta ton,” katanya.

Kepala Bidang Bantuan Sosial, Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Drs Achmad Nur Iskandar mengatakan banjir yang terjadi sepekan terakhir pada sejumlah daerah meluas ke kawasan lain yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan, tepatnya di Kecamatan Loksado.

Meskipun kedalaman air tidak terlalu tinggi dan dalam waktu relatif singkat, peristiwa yang dilaporkan ke Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Senin (2/2) banjir merendam rumah sekitar 110 kepala keluarga (KK) atau 359 jiwa.

Sedangkan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, banjir terjadi pada delapan kecamatan yaitu kecamatan Barabai Timur, Barabai Utara, Barabai Selatan, Barabai Kota, Barabai Darat, Bukat, Manpingin, dan Pajukungan dengan total korban banjir sebanyak 5.223 KK atau 14.983 jiwa.

Sedangkan di Kabupaten Banjar banjir merendam enam kecamatan yakni Martapura Lama, Astambul, Cintapuri, Martapura Timur, Martapura Barat dan Gambut.

Warga yang menjadi korban banjir tercatat 1.342 KK atau 5.368 jiwa dengan kerugian ditaksir Rp40 juta lebih.

Pemerintah Provinsi, kata dia, telah mengirimkan bantuan berupa lauk pauk, sedangkan beras masih menggunakan stok milik pemerintah kabupaten setempat yang sudah dijatah sebelumnya.

“Tiap daerah punya cadangan beras, pemerintah yang bisa diambil di Bulog maksimal 100 ton, bisa diminta lagi atas persetujuan gubernur,” katanya.

Adapun stok beras Pemprov Kalsel, tersedia 33 ton yang siap dibagikan bila dibutuhkan, ditambah 200 ton beras lagi dari CBP. Tahun lalu, jatah ini tidak sempat dikeluarkan karena tercukupi stok di kabupaten/kota.

Terpisah, Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin mengatakan, pemerintah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sudah memahami kondisi saat musin hujan yakni ancaman banjir dan dampaknya seperti penyakit kulit maupun malaria atau demam berdarah.

Instansi terkait sudah melakukan tindakan untuk meminimalisir kerugian akibat bencana banjir, termasuk menyediakan posko dan saran kelengkapan obat-obatan dan pertolongan bagi korban banjir seperti gudang regional milik PMI Kalsel di Banjarbaru.

ant

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here