Kecelakaan Kerja di Kota Banjarmasin Masih Tinggi

0
110 views
safety1-1
pekerja melakukan aktifitas (ilustrasi)

 

Banjarmasin – Angka kecelakaan kerja di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, selama 2014 mencapai 127 kasus dan sepuluh diantaranya meninggal dunia, 44 menderita fisik berat dan 73 kasus lainnya masuk katagori kecelakaan ringan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Agus Surono di Banjarmasin, Selasa, mengatakan, jumlah kecelakaan kerja tersebut masih cukup tinggi sehingga seluruh pihak perlu untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja seluruh perusahaan yang ada di kota ini.

“Pada 2015 hingga Februari ini saja sudah terdapat 23 kecelakaan kerja dan dua di antaranya meninggal dunia,” katanya.

Menekan angka kecelakaan kerja tersebut, kata dia, saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada seluruh perusahaan agar mewajibkan seluruh karyawannya menggunakan alat pelindung diri pada saat bekerja sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan.

Selain itu, tambah dia, pihaknya secara bertahap melakukan pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) kepada seluruh perusahaan sebagaimana yang dilaksanakan pada saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus, pada acara pelaksanaan pelatihan K3 bersama 35 perusahaan di Banjarmasin, yang dilaksanakan di kantor PT Pelindo III Banjarmasin.

Sejak Selasa pagi, seluruh perusahaan yang hadir, antara lain dari perusahaan di lingkungan pelabuhan, BPK, perhotelan dan lainnya, melakukan pelatihan tata cara yang benar dan tepat, untuk membudayakan perlindungan keselamatan kerja.

Selain itu, tambah Agus, pihaknya juga mendorong seluruh perusahaan agar memasukkan karyawannya dalam BPJS kesehatan maupun ketenagakerjaan, sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, para pekerja terlindungi hak-haknya.

“Kalau memang ada perusahaan yang belum memasukkan karyawannya ke BPJS ketenagakerjaan maupun kesehatan, pada saat terjadi kecelakaan, peruahaan wajib memberikan santunan sesuai dengan ketentuan BPJS,” katanya.

Saat ini, tambah Agus, terdapat 1.576 perusahaan di Kalsel yang terdiri dari 58.736 karyawan yang sudah dilindung oleh BPJS ketenagakerjaan maupun kesehatan.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terus memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja, atau biasa disebut k3, untuk memastikan seluruh pekerja mendapatkan perlindungan sesuai dengan haknya.

GM PT Pelindo III Banjarmasin, Hengki Jajang Herasmana, mengatakan, melalui pelatihan tersebut diharapkan, program k3 akan membudaya, sehingga kecelakaan kerja, bisa diminimalisir.

 

ant/infobanua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here