SMP Al Mazaya Islamic School, Membentuk Insan Cendekia Berakhlak Mulia

0
1.557 views
pratama putra
Direktur Yayasan Swadaya Insan Cendekia Banjarmasin (YSIC) Pratama Putra

 

Era globalisasi semakin ‘memaksa’ para orang tua untuk membekali anak-anak dengan ilmu pengetahuan sejak dini. Orang tua harus ‘siaga’ sejak dini, menyambut era penuh persaingan itu.

Pemerhati pendidikan yang juga salah satu Direktur Yayasan Swadaya Insan Cendekia Banjarmasin (YSICB) Pratama Putra menilai, menyongsong era keterbukaan di abad milenium seyogianya orang tua menyiapkan bekal ilmu pengetahuan yang terbaik bagi anaknya termasuk mengenalkan bahasa Inggris sejak usia dini jika ingin memenangkan persaingan dan jadi manusia unggul.

“Saya kira orang tua harus sadar, bahwa setiap putra-putri kesayangan wajib diberi pondasi agama yang kokoh juga mesti menyiapkan bahasa Inggris. Sebab ke depan bahasa Inggris mungkin jadi bahasa kedua setelah bahasa nasional. Jadi memang harus disiapkan anak sejak usia dini mengetahui pentingnya memiliki keahlian ber bahasa Inggris,” ujar alumnus Universitas di Malaysia ini, Rabu (18/3).

Ketua Bidang Pendidikan HIPMI Kabupaten Banjar ini menilai, saat ini masih banyak sebagian masyarakat belum menyadari perlunya menyiapkan anaknya untuk bisa bersaing kedepannya. “Selain itu pendidikan karakter dan fondasi keilmuan agama mesti seiring sejalan,” papar putra Ketua Yayasan Swadaya Insan Cendekia Banjarmasin (YSICB) H Taufik Hidayat.

Menurut  Pratama pendidikan pada dasarnya tidak lepas dari membicarakan manusia itu sendiri, karena hanya manusia yang memiliki potensi untuk mendapatkan pendidikan. Pendidikan merupakan proses interaksi yang disengaja dan terencana dalam bentuk bimbingan dari orang dewasa kepada orang yang akan menginjak dewasa.

Oleh sebab itu, tidak semua interaksi dapat dikategorikan sebagai sebuah proses pendidikan, interaksi yang dikategorikan pendidikan memiliki beberapa syarat. Yakni, adanya pribadi yang berada di posisi mendidik dan peserta didik. Interaksi yang dilakukan oleh pendidikan memiliki tujuan. Interaksi dilakukan secara terencana dan disengaja. Pendidik memiliki bentuk evaluasi untuk mengetahui perubahan yang terjadi dari peserta didik.

“Tujuan pendidikan yang dikehendaki dalam pendidikan terlihat dalam perubahan peseta didik pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Perubahan holistik seperti inilah sebagai muara yang dikehendaki dalam proses pendidikan. Dalam implementasinya pendidikan merupakan proses interaksi yang tidak bebas nilai. Sengaja atau tidak pendidik mewariskan pula nilai yang dianut baik terencana atau tidak. Nilai-nilai yang diajarkan inilah yang kedepannya mempengaruhi pilihan hidup yang mereka (baca peserta didik) lakukan dalam kehidupa sehari-hari,” ulasnya.

Membentuk Insan Cendekia Berakhlak Mulia

Ketika disinggung soal peran sekolah dalam mendidik? Menurut Pratama, Yayasan Swadaya Insan Cendekia Banjarmasin (YSICB) ikut tergerak mencetak insan cendekia di Kota Banjarmasin dan Kalsel pada umumnya dengan membuka Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al Mazaya Islamic School. “Sekolah tak hanya bertujuan untuk mencetak anak-anak menjadi pintar, tetapi juga berkualitas dan harus mempunyai akhlak. Itulah yang dilakukan oleh Yayasan Swadaya Cendikia Banjarmasin,” ujarnya.
Pratama meneruskan, SMP Al Mazaya dibimbing guru-guru yang profesional. Sekolah ini akan memberikan pendidikan Islami yang berkualitas. “Jadi bukan semata-mata mencetak siswa siswi menjadi pintar secara akademik saja, tetapi sekaligus mencetak keahlian yang baik dan berakhlak,” katanya.
Hal senada diakui Ketua Yayasan Swadaya Insan Cendekia H Taufik Hidayat, bahwa program pendidikan yang akan diterapkan reguler dan kerjasama internasional yang bernuansakan Islam.

“Seperti penanaman akhlak yang baik, salat berjamaah, membaca Alquran, zakat dan sedekah,” jelasnya. Ia berharap sekolah tersebut dapat melahirkan generasi yang mempunyai intelektual tinggi dan berwawasan luas, kompetitif serta menguasai nilai-nilai keislaman dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Taufik, meskipun basicnya Islam, namun yang diunggulkan adalah bahasa Inggrisnya. Untuk menunjang program belajar siswa pihaknya sengaja mendatangkan guru-guru yang berpotensi. “Sekitar 30 persen gurunya kita datangkan dari Jakarta, selebihnya kita rekrut yang berpotensi,” ujarnya.

Selain tenaga yang berpotensi, sekolah ini juga didukung dengan jaringan IT yang canggih. Yang mana salah satu keuntungannya bagi para wali murid bisa mengontrol anak-anaknya. “Di pintu masuk sekolah dan ruang kelas dipasang kamera CCTV. Itu nantinya bisa dikoneksikan dengan handphone orang tua murid, jadi mereka bisa mengetahui,” jelasnya.
Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya juga kerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel agar lebih memantapkan kesiapan dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya di daerah Kalsel. Karena menurut Taufik, sarana dan prasarana yang mereka miliki saat ini sudah cukup canggih. “Bahkan bukan hanya sarana dan prasarana saja, kita juga sudah berkomitmen dengan tim manajemen di Jakarta untuk para pengajarnya,” ujarnya.
Sebagian tenaga pengajar sengaja didatangkan dari Jakarta, dan sebagian lagi direkrut dari lokal. Mereka yang direkrut juga harus sesuai dengan standar, seperti bisa mengaji, menguasai bahasa Inggris, dan menguasai IT. “Untuk guru-guru lokalnya kita masih tahap seleksi saat ini,” katanya.

SMP Al Mazaya Islamic School Banjarmasin
Sekolah yang mengusung tag line, one stop education services ini, beralamat di Jl Cempaka Besar No57 RT 03/01 Banjarmasin telp: 0511 3367441 ini, memiliki ruang belajar yang dilengkapi meja kursi moderen yang bisa dipindah-pindah, AC LCD projector, komputer, locker, lemari dan atribut. Fasilitas belajarnya terdiri dari buku teks, modul bikinin tenaga pengajar profesional, bahan ajar berbasis IT, perpustakaan, laboratorium IPA, laboratorium komputer, CCTV, monitoring online.

Sedangkan kurikulumnya menerapkan 2 program yakni, reguler dan kerjasama dengan Cambridge. Program reguler, melaksanakan pendidikan dengan kurikulum nasional mengedepankan nilai-nilai Islami dan berwawasan Internasional. Untuk program kerjasama Cambridge, gabungan nasional dan cambridge, Diakhir pembelajaran siswa mendapat dua ijazah (dinas pendidikan dan cambridge).

Sekolah ini juga memiliki Islamic Studies, baca tulis Al Quran, tahfidz Al Quran, bimbingan ibadah, pembiasaan ber akhlak mulia. English program, english course, english corner, story telling, daily english conversation. Selain itu juga dilakukan Fieldtrip/outdoor study: pengembangan kegiatan beajar dan praktek diluar sekolah. (interaksi), ada juga student individual service, dimana bagi siswa yang memiliki kemampuan lebih (cerdas) diberi fasilitas khusus sedangkan siswa yang tertinggal diberikan perhatian secara individual dan khusus. SMP moderen ini juga ada program super camp yaitu, memperkuat pemahaman keislaman, bahasa Inggris, matematika serta sains.

infobanua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here