Rakorda TPID Kalsel, Bersinergi Menuju Inflasi Rendah dan Stabil

0
90 views
Gedung Bank Indonesia Banjarmasin Sekarang
Gedung Bank Indonesia Banjarmasin

 

Banjarmasin- Inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Mengingat inflasi di daerah memberikan kontribusi yang besar (sekitar72%) terhadap inflasi nasional maka pengendalian harga di daerah menjadi penting. Untuk itu dibentuklah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Provinsi dan Kota/Kabupaten, termasuk di Kalimantan Selatan sejak 2011. Saat ini telah terbentuk 13 TPID kota/Kabupaten, dimana 4(empat) diantaranya terbentuk tahun 2014, yaitu TPID Kabupaten Hulu Sungai Tengah, TPID Kabupaten Kotabaru, TPID KabupatenBarito Kuala, dan TPID KabupatenTapin.
Dalam rangka meningkatkan koordinasi sekaligus evaluasi program kerja TPID 2014 dan pembahasan program kerja TPID 2015, pada 12 Maret 2015 diselenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) TPID se-Kalimantan Selatan bertempat di Ruang Aberani Sulaiman Lt. 3 Kantor Sekretariat Daerah ProvinsiKalimantan Selatan, Banjarbaru. Ketua TPID Provinsi Kalimantan Selatan membuka Rakorda TPID se-Kalimantan Selatan sekaligus memaparkan isu-isu strategis yang akan dibahas dalam rapat tersebut. Adapun isu-isu strategis yang dibahas adalah (1) Kebijakan strategis pengelolaan LPG/tinjauankelayakanjaringan gas kota, (2) Mekanisme penyesuaian harga khususnya pada tarif angkutan menyikapi rezim baru penetapan harga BBM (fleksibel), (3) Model kerja sama antardaerah, (4) Program KerjaTPID Provinsi Kalimantan Selatan Tahun2015dan Roadmap PencapaianInflasi, (5) Isu-isu strategis lainnya.
Terdapat beberaparekomendasidalampembahasan tersebut. Salah satu rekomendasi tersebut adalah perluterusdidorongnya konversipenggunaan bahan bakar rumah tangga (BBRT) dari minyaktanahke gas LPG 3kg di 5 (lima) kabupaten yang belum melaksanakankonversi.Adapun 5 (lima) kabupaten tersebut adalah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Kotabaru. Selain itu, perbaikan sistem distribusi LPG 3 kg juga harus terus dilakukan. Rekomendasi lain terkait dengan diperlukannyasuatusolusijangkamenengahpanjangberupatinjauankelayakanjaringan gas kota yang mempunyaikeunggulanharga yang lebihmurahdariLPG 3 kg danpasokannya yang lebihterjaga.

Rekomendasi tersebut dipertajam dengan Program Kerja TPID 2015 dengantagline“Haruan Gambung” atau 4-Ha Rujukan Untuk Antisipasi Harga Melambung yang terdiri dari (1) Harus mengoptimalkan peningkatan produksi pangan, (2) Hasilkan kelancaran distribusi barang melalui perbaikan infrastruktur dengan dukung ketersediaan energi yang memadai, (3) Hasilkan koordinasi yang bersinergi di dalam TPID, termasuk kerjasama antar daerah serta penguatan kelembagaan, dan (4) Hantarkan informasi kepada publik melalui proses diseminasi yang optimal.
Pada kesempatan tersebut dipaparkan pula informasi terkait perkembangan inflasi, isu strategis & tantangan pengendalian inflasi 2015, arah kebijakan penguatan kelembagaan dan program kerja TPID 2015, dengan narasumber dari Bank Indonesia, Arief Hartawan, Kepala Divisi Asesmen Inflasi, Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter BI sekaligusperwakilandariKelompok Kerja Nasional (Pokjanas) TPID. Selain itu, juga disampaikan evaluasi TPID Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2014 dan program kerja tahun 2015 oleh Kepala Tim Asesmen dan Advisory Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Shiroth.
Pada bagian akhir Rakorda TPID se-Kalimantan Selatan, Harymurthy Gunawan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Wakil Ketua TPID Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan pokok-pokok kesimpulan bahasan: (1) perlunya kebijakan strategis pengelolaan LPGmelalui percepatan konversi di 5 kota/kabupaten dan memperbaiki sistem distribusi LPG 3kg(2) penyempurnaan mekanisme penyesuaian tarif angkutan menyikapi rezim baru harga BBM fleksibel, dan (3) mengidentifikasi produk unggulan di tiap kota/kabupaten guna kerjasama pemenuhan kebutuhan antardaerah. Selain itu, juga ditekankan perlunya Roadmap TPID Kalimantan Selatan 2015 dalam rangka mencapai inflasi yang rendah dan stabil.
Rakorda TPID Provinsi Kalimantan Selatan ditutup olehGubernur Kalimantan Selatan, H. Rudy Arifin. Dalam sambutannyaGubernur Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa peran TPID yang bersinergi dengan segenap unsur pemerintah, swasta dan masyarakat sangat penting dalam menjaga dan mengendalikan inflasi secara bersama-sama. Gubernur berharap dalam rapat kali ini nantinya akan menghasilkan program kerja yang optimal dan lebih baik untuk mengarungi tahun 2015 ini sehingga pencapaian inflasi kedepannya juga sesuai dengan harapan kita semua.
Selain itu, melalui Rakorda TPID se-Kalimantan Selatan dan pembentukan TPID baru di beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, diharapkan dapat lebih meningkatkan kepedulian, semangat dan upaya pengendalian inflasi oleh seluruh anggota TPID yang terlibat didalamnya. Dengan demikian, upaya memperbaiki daya beli masyarakat Banua tetap terjaga sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya berimbas pada peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan.

rel/oinfob

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here