Walikota Banjarmasin Terapkan Ide Pemerintahan Hindia-Belanda, Jalan Veteran Dibelah Sungai

0
2036
jalan hayam wuruk Jakarta konsep dari zaman penjajahan Belanda
jalan hayam wuruk Jakarta konsep dari zaman penjajahan Belanda

Banjarmasin – Pembangunan Jalan Veteran Banjarmasin yang dibelah sungai adalah konsep lama bagian dari penataan ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, kata pemerhati Bachtiar Noor Gradip.

“Itu desain jangka panjang pembangunan Jalan Vetaran yang direncanakan pemerintah kota, dan ini konsep sudah sangat lama Tata Kota Banjarmasin,” ujar pemerhati Kota Banjarmasin, Bachtiar Noor Gradip di Banjarmasin, Kamis.

Menurut dia, konsep tata kota untuk jalan di “Kota Seribu Sungai” itu memang dulunya dibuat demikian, yakni, setiap jalan yang dua lajur dibatasi sungai.

Hal tersebut, ungkap dia, dirancang sejak seorang ahli arsitek dan perencana tata kota dari Hindia Belanda bernama Herman Thomas Karsten yang pernah membuat perencanaan Tata Kota Banjarmasin, tidak hanya Jalan Veteran, tapi juga Jalan A Yani direncanakan tiga lajur jalan dengan dibelah sungai atau di batasi sungai.

“Sebenarnya, Jalan A Yani itu dulunya oleh Herman Thomas Karsten dikonsepnya tiga lajur, yakni jalan, sungai, jalan, sungai, dan jalan,” jelasnya.

Hal ini, kata dia, untuk menjaga sungai di Banjarmasin agar tetap hidup dan berfungsi seiring pesatnya pembangunan.

“Jadi konsep jalan dibelah sungai itu memang sudah lama yang direalisasikan oleh negera-negara eropa, misalnya saja di Belanda demikian, bahkan di Jakarta misalnya Jalan Hayam Wuruk,” paparnya.

Sehingga, ujar Bachtiar, tinggal pemerintahnya saja untuk mewujudkan konsep tata kota yang lama ini untuk mempertimbangkan terciptanya keselarasan lingkungan perkotaan.

“Apalagi kota kita ini dikenal dengan kekayaan sungainya, atau banyaknya sungai, tentunya perlu dilestarikan terus,” bebernya.

Dia pun mengharapkan, pemimpin Kota Banjarmasin ke depannya adalah orang yang betul-betul paham terhadap konsep pembangunan tata kota, hingga terarah pembangunannya.

“Memang kita perlu memiliki Wali Kota sebagai mana Wali Kota Surabaya atau Bandung, sebab seperti Ibu Risma dan Ridwan Kamil itu latar belakangnya seorang insinyur yang tahu betul bagaimana menata kota yang baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banjarmasin Noor Fajar Desira Ces mengakui, bahwa perencanaan sejumlah jalan di Banjarmasin dengan konsep dibelah sungai adalah konsep lama yang digagas arsitek asal Belanda beberapa puluh tahun lalu.

“Dan kini Pemko sudah menempuh jalur konsep itu, khususnya dulu Jalan Veteran yang akan dibangun demikian, yakni, jalan dibelah sungai,” ujarnya.

Ini memang konsep lama, katanya, dan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 20 tahunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota tetap menjadi prioritas dan tidak ditinggal.

Sebab, lanjutnya, Pemko ingin menjadikan identitas sungai ini kembali ke masa marwahnya atau fungsinya sebagai aliran air yang menopang Kota Banjarmasin.

“Ke depannya kita ingin sungai menjadi salah satu pintu masuk prekonomian Kalsel, tentunya fungsi sungai itu dikembalikan pada semestinya,” kata Fajar

ant

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here