Dinas Bina Marga Lelangkan 56 Paket Proyek

0
1925
pekerja-konstruksi
pekerja-konstruksi

 

Banjarmasin – Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin Gusti Riduan Sofyan mengungkapkan bahwa instansinya telah melalukan lelang sebanyak 56 paket proyek pembangunan infrastruktur pada tahun 2015.

“Sebanyak 56 paket proyek yang dilelang ini termasuk proyek jalan, jembatan, dan penerangan jalan umum (PJU),” ujarnya kepada wartawan saat berada di Balai Kota, Kamis.

Dia berharap semua paket yang dilelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) ini dapat dikerjakan, karena jika tidak! akan menghambat pembangunan infrastruktur di daerah ini.

Terutama, kata dia, proyek infrastruktur pembangunan jalan yang amat penting harus dilakukan salah satunya kelanjutan pembangunan jalan di Tatah Bangkal, Banjarmasin Selatan.

“Sebab jalan yang dibangun ini satu-satunya akses bagi warga di sana, sehingga perlu secepatnya bisa dikerjakan,” ucapnya.

Di antara infastruktur jalan yang penting pula segera dikerjakan adalah peninggian Jalan Cempaka yang sering terendam, dan perbaikan Jalan Kelayan A yang sangat padat arus lalulintasnya tapi mulai kurang nyaman lagi dilalui.

“Kalau semua paket jalan yang dilelangkan tahun ini dapat dikerjakan, khusus jalan kota kami yakin 100 persen bisa mulus, hanya jalan lingkungan yang tertinggal sekitar 30-40 persen lagi,” ungkapnya.

Hal tersebut perlu dimaklumi, kata Riduan, karena anggaran yang hanya dialokasikan Rp120 miliar pada APBD bagi instansinya tahun ini sangat terbatas, sebab anggaran itu dibagi tiga paket, yakni, paket jalan, jembatan, dan PJU.

“Makanya perbaikan jalan dan jembatan dilakukan secara bertahap,” ucapnya.

Sebagaimana pula, perbaikan infrastruktur jembatan tahun ini hanya bisa dilakukan pada dua jembatan cukup besar, yakni, jembatan Sungai Andai 3 dengan anggaran sekitar Rp7,6 miliar dan jembatan Mantuil 2 dengan anggaran sekitar Rp12 miliar.

“Selain itu ada beberapa paket jembatan kecil yang dibangun pula tahun ini di lima kecamatan,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Riduan, infrastruktur jembatan yang berbahan baku kayu ulin di daerah ini masih mencapai ratusan dan perlu diganti kontruksinya dengan beton untuk ketahanan yang lama.

Karena pemkot tidak sanggup mengalokasikan anggaran untuk pembangunan semua jembatan kayu ulin tersebut dalam waktu cepat, maka dilakukan pemeliharaan dan perawatan.

“Pemeliharaan jembatan kayu ulin setiap tahunnya, sejak 2011-2015 ini sudah sebanyak 219 buah,” ujarnya.

ant/infobanua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here