Purwito : Usaha Jasa Alsintan Sangat Menguntungkan

0
186 views

 

alsintan
alsintan terus dikembangkan untuk petani. tampak Mentan RI siap membagikan alsintan untuk petani.

Purwito Manager UPJA Cahaya Harapan Desa Keramat :

Pengelola UPJA harus menguasai manajemen usaha .Pentingnya pembentuan asosiasi agar tidak ada Kelompok UPJA yang nganggur ,UPJA menguntungkan baik disegi waktu maupun biaya usaha tani.

Usaha Pengelolaan Jasa Alsintan (UPJA) di Kalimantan Selatan mulai menggeliat meskipun UPJA profesional/mandiri jumlahnya terbatas .Sementara itu UPJA binaan Balai Alsintan UPT Dinas Pertanian provinsi Kalimantan Selatan yang selama 5 tahun terakhir terus ditingkatkan kegiatan pembinaan dan pelatihannya ,masih terkendala tenaga teknis sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) pengelolaannya masih terbatas sebatas menyewakan alsin tertentu yakni traktor dan kultipator /pengolah bedengan.
Yang memahami manajemen UPJA sekarang hanya terbatas kepada yang sering mengikuti pelatihan di Balai Alsintan Guntung Payung ,sementara petani kebanyakan meskipun memiliki Alsin dikelompoknya belum memahami cara pengelolaannya ,yang mnengakibatkjan banyak traktor menganggur .bahkan tidak beroperasi sama sekali karena rusak.
Demikian Purwito manager UPJA CAHAYA HARAPAN desa Keramat kecamatan Tapin Utara kabupaten Tapin kepada koran ini kemarin ketika diminta komentar kondisi usaha jasa Alsin yang dibentuk pemerintah daerah/provinsi Kalimantan Selatan ,dalam rangka meningkatkan kehidupan ekonomi pertanian .
Dengan dibentuknya asosiasi yang merupakan binaan pemerintah seharusnya para pengelola UPJA mengambil insiatif menyelenggarakan pertemuan baru mengundang petugas dari Balai Alsintan provinsi atau kabupaten untuk membinanya. Hal ini uintuk mengantisipasi minimnya kunjungan ke daerah karena disarari petugas pembinaandan pembimbingan dari Balai Alsintan provinsi terbatas jumlahnya.Sementara pelatihan managemen di tingkat provinsi Kalimantan Selatan jumlahnya terbatas dan sifatnya hanya mewakili /diwakilkan ke UPJA tertentu,yang belum tentu ilmu yang diserapnya dapat disebarluaskan secara merata kekelompok UPJA lainnya.UPJA di Tapin saat ini banbyak yang menganggur dareipada yang operasional,karena para pengelola kebanyakan pemula dan hanya beroperasi pada musim olah tanah dikelompoknya saja .
UPJA Cahaya Harapan siap membantu petugas Alsin baik dari provinsi Kalimantan Selatan maupun dari Dins Pertanian Tapin kalau diperlukan,dibidang perbengkelan bahkan teknis modifikasi alat ,yang mengaku mempunyai 2 tenaga profesional bidang permesinan.Dikabupaten Tapin sendiri kata Suripto ,Kelompok UPJA pada umumnya pemula dan masih sedikit yang menengah ,sedangkan Kelompok UPJA mandiri belum ada.
Harapan kedepan dalam pembentukan asosiasi hendaknya tidak terpaku kepada datangnya pwetugas pembina dari Balai Alsin namun inisiatif Kelompok dimasing-masing kabupaten menyelenggarakan pertemuan dengan dib imbing dinas peertanian kabupaten dan Kelompok UPJA yang sudah mendapat pelatihan managemen .

Dikabuopaten Tapin tambah Purwito asosiasi sudah ada tetapi tidak berjalan mulus karena banyak yang belum mendalami bagaimana untungnya dari ujsaha UPJA tersebut dan bagaimana cara pembaguian wilayah kwerja agar tidak menganggur.Purwito sadar akan manfaat pengelolaan jasa alsintan yang sudah berjalan 3 tahun terakhir ini,mampu menyisihkan keuntungan bersih rata-rata 3 juta rupiah/bulan ,itu pun baru dari 2 alat saja yakni menyewakan traktor dan kultivator baik untuk lahan sawah maupun lahan hortikultura.

UPJA Kelompok Tani CAHAYA HARAPAN desa Keramat Tapin Utara kabupaten Tapin kini memiliki alat kultifator 1 unit,,traktor rotary 1 unit, sine soo ,alkon mesin pompa air 6 unit ,dan pompa air 5,5 inci bantuan pemerintah .Kelompok Tani UPJA CAHAYA HARAPAN desa Keramat tahun ini juga mendapat bantuan benih bawang merah untuk 20 Hektar dari APBD kabuoaten Tapin ,yang merupakan bantuan kedua setelah berhasil budidaya bawang tahun 2014 lalu.

Reporter: Ayi Kuswana (infobanua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here