Terminal Pal 17 Terancam Mubazir, Organda Pal 6 Tolak Pindah

0
243 views
Terminal-pal-6
aksi demo sopir Terminal Pal 6 Banjarmasin

Banjarmasin – Ketua Organda Terminal Kilometer 6 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Hamidan menyatakan anggotanya tetap menolak kepindahan terminal ke Jalan A Yani KM 17, Kabupaten Banjar.

Bahkan, kata dia, Rabu, jika terminal tipe A KM 17 itu diresmikan untuk segera dioperasikan bagi angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota antarprovinsi (AKAP), pihaknya akan lakukan aksi demo.

“Sebenarnya tadinya (hari ini) kami mau gelar aksi demo, tapi karena peresmiannya (terminal KM 17) dibatalkan, maka kami batal juga demo,” ujarnya, Rabu

Dia menyatakan, anggotanya yang jumlahnya sekitar 6.000 masih tidak setujui dipindah oprasi dari Terminal KM 6 di Jalan A Yani Banjarmasin ke Terminal di Jalan A Yani KM 17, Kabupaten Banjar.

Dijelaskan dia, pihak Dinas Perhubungan Provensi tidak bisa memaksanakan pihaknya untuk pindah keterminal baru tersebut, apalagi harus antre cari penumpang di sana. Karena mereka masih mempunyai hak trayek hingga Terminal KM 6 yang tidak pernah berubah.

“Trayek kami hingga KM 6 bukan hingga KM 17. Jadi itu perlu dipahami Dishub Provinsi, kalau dipaksakan kami akan gelar aksi mogok, dan juga melawan lewat jalur hukum,” tegasnya.

Dalam beberapa hari ini pihak Dishub yang dibantu kepolisian melakukan penjagaan di Jalan A Yani KM 17 di depan Tugu Pancasila, melakukan uji coba pengoperasian terminal KM 17.

Seluruh armada AKDP dan AKAP yang hendak keterminal KM 6 distop dan diinstruksikan masuk ke Terminal KM 17 yang sudah cukup lama selesai tapi belum dioperasikann.

Di sisi lain, Terminal Induk KM 6 saat dibenahi pula untuk menjadi teminal yang bertaraf nasional. Bahkan Pemkot Banjarmasin mengalokasikan anggaran hingga Rp24 miliar.

Terminal yang dulunya aset Pemprov Kalsel kemudian dihibahkan ke Pemkot Banjarmasin itu dibangun sejak 2012, dan ditargetkan selesai pada tahun ini.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Banjarmasin Kasman, terminal KM 6 dibangun dengan fasilitas empat lantai yang diantaranya ada menara pandang, sarana beristirahat bagi penumpang, loket tiket, mushola, tempat kesehatan, WC bahkan ada tempat ibu menyusui anaknya.

Selain itu, kata Kasman, dibangun pula gedung dua lantai dan puluhan kios.

“Pokoknya kalau sudah selesai, terminal kita itu bisa dikatakan sudah setara terminal tipe A,” ucapnya.

Diharapkan, kata dia, dengan sudah selesainya terminal tersebut nantinya bisa memberikan pendapatan asli daerah (PAD) yang lebih tinggi. “Saat ini kita hanya bisa menarget Rp300 juta PAD dari retribusi terminal pada 2015,” paparnya.
Ant

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here