Wantimpres Soroti Lambatnya Perizinan dalam Tata Kelola Pelabuhan

0
52 views
wantimpres
IMG_8808_s: Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih, Anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto, Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Pelindo III Husein Latief, serta GM Pelindo III Tanjung Perak Eko Harijadi Budijanto (dari kiri ke kanan) melakukan kunjungan lapangan usai Diskusi Tata Kelola Pelabuhan di Kantor Pusat Pelindo III, Surabaya, Jumat (17/4). Wantimpres Soroti Lambatnya Perizinan dalam Tata Kelola Pelabuhan.

 

Surabaya  – Pemerintah terus menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan pemanfaatan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Jawa Timur sebagai simpul penting bagi program Tol Laut. Pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III tersebut merupakan pelabuhan yang memiliki rute pelayaran domestik terbanyak di Indonesia, yakni hingga 32 rute. Program Tol Laut termasuk dalam Nawacita Presiden Joko Widodo yang pengimplementasiannya dikawal secara sinergis oleh sejumlah institusi pemerintah terkait. Salah satunya yakni Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang Jumat (17/4) lalu menggelar diskusi tentang Tata Kelola Pelabuhan di Kantor Pusat Pelindo III Surabaya.

Diskusi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Wantimpres, Prof. Dr. Sri Adiningsih, M. Sc. dan salah satu anggota senior Wantimpres yang juga mantan Ketua MPR, Drs. H. Sidarto Danusubroto, SH. Selain juga hadir Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Wahyu Widayat, dan sejumlah pimpinan unsur maritim terkait seperti Balai Karantina Pertanian seperti Kantor Bea dan Cukai Tanjung Perak.

Terkait kendala dwelling time atau waktu tunggu di pelabuhan mulai dari kapal siap sandar hingga barang keluar pelabuhan, pada diskusi tersebut kembali terungkap sejumlah faktor penyebabnya. “Pelindo III siap mengembangkan proyek Terminal Teluk Lamong (TTL) ke tahap II seluas 50 hektar sehingga semakin mendukung efektivitas Pelabuhan Tanjung Perak. Kami juga siap membangun jalan flyover untuk memperlancar akses barang dari TTL ke gerbang tol agar terhindar dari kemacetan,” tegas Djarwo Surjanto. Namun sayangnya kesiapan tersebut masih terhalang lamanya proses perizinan di pemerintah setempat.

Sri Adiningsih yang menerima laporan tersebut menyayangkan adanya kendala tersebut karena menghambat pengimplementasian program Tol Laut pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Presiden ‘menjual’ Tol Laut di setiap kunjungannya di luar negeri. Semua pembangunan infrastruktur harus terkoneksi dan harus terus berjalan. Tidak semrawut,” ujarnya.

Sidarto Danusubroto membenarkan, dirinya sebelumnya juga telah menerima laporan dari Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani tentang sistem perizinan yang masih lambat. Seperti diberitakan sebelumnya, Franky pekan lalu telah datang langsung memastikan kesiapan TTL dan proyek Pelindo III lainnya Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Manyar, Gresik.

“Presiden dan rakyat bermimpi akan adanya integrated system yang dipimpin oleh single port authority untuk mempercepat pelayanan. Agar pengembangan infrastruktur pelabuhan dan peningkatan pelayanan tidak ‘digondeli’ (diberatkan) oleh sejumlah masalah perizinan. Harus disederhanakan,” kata Sidarto. Tol Laut tanpa peningkatan produktivitas dan pelayanan (kepelabuhanan) akan menjadi mimpi yang sulit diwujudkan dan ini yang perlu dibenahi, seperti diungkapkan Sidarto sembari mengajak semua pihak yang hadir untuk menyadari hal tersebut.

Bagai menjawab mimpi mantan Ketua MPR tersebut, Djarwo menjelaskan bahwa Pelindo III sudah selesai merevitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) menjadi berkedalaman -14 meter sehingga dapat dilalui kapal berbobot hingga 50.000 DWT (deadweight tonnage) yang sangat efisien dalam mengangkut logistik. “Infrastruktur Pelindo III lainnya juga dibangun terintegrasi, yakni TTL yang berkedalaman -14 meter dan JIIPE yang kedalamannya mencapai -16 meter. Ini persembahan Pelindo III untuk mengakomodir mimpi Presiden dan rakyat tersebut,” kata Djarwo.

Usai diskusi, Tim Wantimpres meninjau terminal penumpang kapal laut Gapura Surya Nusantara yang ditetapkan Presiden sebagai standar pelayanan pelabuhan di Indonesia. Kemudian langsung menuju ke TTL dengan kapal Artama bersama Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Pelindo III, Husein Latief. Rombongan melihat langsung proses penumpukan petikemas modern menggunakan alat otomatis, Automated Stacking Crane (ASC) yang dikendalikan jarak jauh oleh operator yang berada di control tower. “Saya kagum sekali operatornya perempuan dan masih muda,” kata Ketua Wantimpres Sri Adiningsih sembari menyalami Dwi Elisa, salah satu operator ASC.

“Saya terus terang appreciate dengan banyaknya sarana yang dibangun oleh Pelindo III, saya kira ini yang terbaik yang sudah saya lihat. Tetapi (pembangunan infrastruktur) juga harus dibarengi dengan perbaikan pelayanan pihak terkait,” ujar Sidarto Danusubroto kembali mengingatkan perlunya pembenahan proses perizinan.

 

IMG_8808_s: Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih, Anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto, Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Pelindo III Husein Latief, serta GM Pelindo III Tanjung Perak Eko Harijadi Budijanto (dari kiri ke kanan) melakukan kunjungan lapangan usai Diskusi Tata Kelola Pelabuhan di Kantor Pusat Pelindo III, Surabaya, Jumat (17/4). Wantimpres Soroti Lambatnya Perizinan dalam Tata Kelola Pelabuhan.

 

Tentang Pelindo III:
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) yang juga dikenal dengan Pelindo III adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam sektor perhubungan. Tugas, wewenang dan tanggung jawab Pelindo III mengelola 43 pelabuhan yang tersebar di 7 provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, serta memiliki 10 anak perusahaan dan afiliasi.

Pelindo III menjalankan bisnis inti sebagai penyedia fasilitas jasa kepelabuhanan yang memiliki peran kunci guna menjamin kelangsungan dan kelancaran angkutan laut. Dengan tersedianya prasarana transportasi laut yang memadai, Pelindo III mampu menggerakkan serta mendorong kegiatan ekonomi negara dan masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
Edi Priyanto
Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)
Jl. Perak Timur 610
Surabaya – Indonesia
Telephone: 031 3298631-37 Psw. 3443
Fax: 031 3282732
Mobile: 0811 280 566
Email: edi.priyanto@pp3.co.id atau humas@pp3.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here