Petani Martapura Antusias Tanam Padi Jajar Legowo (Jarwo)

Petani Martapura Antusias Tanam Padi Jajar Legowo (Jarwo)
Petani di Kabupaten Banjar

Petani di Kabupaten Banjar

Kepala Badan Penyuluhan kabupaten Banjar ,Ir.H.Edi Hasbi MP mengingatkan para poenyuluh se Kabupaten Banjar terus memotivasi petani untruk tanam padi jajar legowo (JARWO)atau tandur jajar sistem hawa bebas.
“Agar hasil panen meningkat tahun 2015 merupakan tahun tantangan untuk mencapai produksi rata-rata 45 kuwintal/hektar. Dengan menyiasati pola Jarwo sebagai realisasi dari program Gerakan Percepatan Pengeloalaan Tanaman Terpadu (GPPTT) atau lanjutan dari Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT),” katanya Senin.
Menyinggung produktifitas yang selama ini dilakukan dalam ubinan yang hanya menghitung produksi tanpa menganalisai dan mengawasi mulai tanam sampai panen dengan pengitungan Gabah Kering Giling,mulai sekarang penyuluh /mantri tani ,pengawas benih dan mantri statistik harus mencatat perbandingan analisa pola tanam jajar legowo dengan tandur biasa.
Caranya kata Edi Hasby berapa perbedaan jumlah anakan pola tanam biasa dengan tanam pola Jarwo,berapa jumlah bulir padi ,kebernasan dan baru menghitung produktifitas /Hektar sehingga akan menghasilkan produksi yang benar-benar aklurat hitungannya .
Penegasan mantan kepala dinas pertanian tanaman pangan,perkebunan dan peternakan (Distanbunak )kabupaten Banjar itu,saat menyampaikan arahan kepada para penyuluh dikecamatan Sungai Tabuk dalam acara tanam perdana lahan demplot Padi dan kedelai model 2015 yang diselenggarakan Balai Penyuluh PertanianPerikanan dan Kehutanan (BP3K)kecamatan Sungai Tabuk didesa Sungai Tabuk Kamis 30 April 2015 .
Program Pajale yang dimulai tahun 2015 bersama jajaran TNI-AD yang selalu hadir sesuai komitmen pemerintah menghimbau petani agar benar-benar melaksanakan kegiatan pertanian yang disiplin karena keberhasiulan bulan untuk orang lain tetapi bagi kesejahteraan masyarakat khususnya petani .
Pola tanam jajar legowo dianjurkan secara nasional untuk percepatan peningkatan produksi ,maka dengan itu penyuluh harus memotivasi petani agar tanam padi sistem jajar leghowo tersebut.
Edi Hasbi menbambahkan pula,pola tanam jajar legowo nantinya dievaluasi dalam kegiatan hari lapang sebagai catatan dan pelaporan yang benar-benar sesuai fakta dilapangan tegasnya.
Di sisi lain menujrut sejumlah petani yang tidak mau namanya dikorankan,pola Jarwo masih belum diminati semua petani,karena faktor lahan,yang menurutnya apabila dengan pola Jarwo banyak lahan terbuang atau akan kehilangan rumpun tanam secara maksimal bila dibandingkan dengan tandur jajar tradisional .
Namun apabila memang hasilnya akan lebih baik ,pola Jarwo akan diterapkan para petani . Menurut penghitungan sebagian petani katanya setiap jalur akan kehilangan 2 rumpun tanam atau sistem pwerbandingan 2 -4 artinya kalau tanam secara tradisi 4 rumpun pada garis 1 meter ,tetapi pola jarwo hanya 2 rumpun. .
Tanam Perdana Demplot padi dan kedelai model 2015 dibuka oleh kabid Prastan Saiful Arifin mewakili sekretaris Bakorluh Kalsel dihadiri Muspika dan jajaran Koramil Sungai Tabuk.
Ayi Kuswana/infobanua.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan