Kersik Putih Lokasi yang Tepat Pembangunan Jembatan Tanbu – Kotabaru

0
1905
Jpeg
Andi Tanrang Fraksi Golkar dan Fawahisah Mahabatan anggota DPRD dari Fraksi Amanat Demokrat ketika memberikan keterangan pers menggunakan peta terkait rencana pembangunan jembatan di Kotabaru dan Tanah Bumbu. (yus/infobnanua)

 

Andi Tanrang salah satu tokoh masyarakat Tanah Bumbu yang juga anggota DPRD Tanbu dari Partai Golkar berharap, rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan daratan Tanbu ke Kotabaru harus memenuhi kelayakan yang cukup dengan mengedepankan kepentingan masyarakat secara luas.
“Pada prinsipnya pembangunan jembatan harus meningkatkan aksesibilitas, mobilitas, trigger pertumbuhan wilayah, perkembangan ekonomi sampai pada peningkatan taraf hidup masyarakat. Untuk itu jembatan yanag dibangun meski sesuai perencanaan dan kelayakan yang kuat dengan mengedepankan prinsip efektifitas dan efesiensi,” kata pengusaha sukses ini, Jumat (8/5).
Andi yang didampingi Fawahisah Mahabatan anggota DPRD dari Fraksi Amanat Demokrat mengungkapkan, pemilihan lokasi jembatan adalah hal yang utama perlu dan dilakukan kajian yang lebih mendalam terutama dari aspek keselamatan lalu litas laut, sosial ekonomi masyarakat dan pendanaan (budgeting)
“Kami sudah melakukan kajian awal mengenai penetapan titik yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu. Dari hasil kajian kami ternyata titik yang berada di Batulicin tidak memenuhi aspek-aspek keselamatan pelayaran, tidak sesuai dengan prinsip pemerataan kehidupan sosial kemasyarakatan dan sekaligus menjadi beban yang cukup tinggi karena bentang jembatan masih cukup jauh,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut Andi, kami mengusulkan agar titik yang berada di Kersik Putih (Kab Tanah Bumbu diusulkan karena lebih unggul dari titik-titik lainnya dalam persfektif pembangunan di Tanah Bumbu. Adapun keunggulan sebagai berikut kondisi laut cukup aman dari pergerakan pelayaran,

Kersik Putih merupakan daerah tidak padat penduduk, dengan demikian pembebasan lahan jauh lebih mudah, karena sebelumnya daerah ini sepi, setelah jembatan terbangun kawasan ini menjadi ramai dan diharapkan terjadi peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar dan terjadi pemerataan pembanguna, pembangunan tidak lagi disatu titik saja, akan tetapi menyebar ke titik lainnya.
Memang dalam feaseability study yang telah dipaparkan oleh PT Wira Widyatama ada 3 alternatif titik penetapan lokasi terbaik yaitu Tanjung Serdang, akses Batu Licin keunggulan akses langsung ke jalan raya Batu Licin, Trigger potensi pengembangan wilayah selatan dan tengah laut. Kelemahan jembatan lebih panjang sekitar 6500m.
Kedua Pulau Suwangi keunggulan memberikan akses ke pulau Suwangi kelemahan Pulau Suwangi merupakan kawasan konservasi (mangrove), ketiga Tanjung Serdang keunggulan bentang jembatan terpendek 5880m akses langsung kejalan Batu Licin, aksesibilitas lebih baik, langsung kewilayah pengembangan dan pemukiman. Sebagaian besar lahan telah dibebaskan trigger potensi pengembangan wilayah selatan dan tengah Pulau Laut. Kelemahan kebutuhan pembebasan lahan pemukiman disisi barat.
Dari ketiga alternatif tersebut pada lokasi titik di Tanah Merah (Batulicin) merupakan titik dimana lalu lintas laut frekuensi perjalanannya cukup tinggi. Keselamatan pelayaran cukup terganggu apabila titik ini dijadikan ketetapan.
Seperti diketahui rencana pembangunan jembatan yang dialokasikan sebesar Rp36 triliun itu sudah di teken kesepakatan antara Gubernur Kalsel, Bupati Tanbu, Bupati Kotabaru.
Yus/infobanua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here