Pembangunan Jembatan Tanbu-Kotabaru Jangan Jadi Polemik Berkepanjangan

0
73 views
jembatan_terpanjang_di-kotabaru
maket jembatan yang menghubungkan Tanbu dan Kotabaru

 

Banjarmasin –  Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Ariffin meminta pembangunan jembatan Selat Pulaulat yang sudah final ditentukan titik lokasinya jangan dipolemikan lagi.

Menurut dia, di Banjarmasin Sabtu, titik lokasi yang dipilih dari Tanah Merah, Batulicin, Tanah Bumbu ke Tanjung Serdang, Kotabaru, sudah ditetapkan melalui penandatanganan MoU dua pemerintah daerah setempat untuk tidak dipersoalkan lagi.

“Sebab pemilihan dua titik lokasi itu ditetapkan komisi jalan dan jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Pembangunan Perumahan RI, Pemprov dan Pemkab sifatnya cuma menyampaikan, bukan memutuskan,” ujarnya.

Dia meyakini, keputusan pusat memilih dua lokasi itu sudah melalui kajian-kajian teknis yang sangat teliti, dengan pertimbangan berbagai aspek, diantaranya, aspek sosial dan ekonomi serta aspek pengembangan lainnya di dua daerah tersebut.

“Kita orang awam ini mana tahu itu, ini mungkin bukan masalah jauh atau lebih dekat, tapi masalah kajian teknis yang dilihat dari berbagai sisi aspek itu,” ucapnya.

Menurut Gubernur, tanpa pertimbangan dan kajian profisional adanya pihak menyatakan keberatan ditunjuknya dua lokasi itu pastinya hal yang tidak bijak.

“Apalagi ini mega proyek dari dana APBN yang besarannya Rp3,6 triliun, hingga tidak main-main pengkajian pembangunannya, ” tegasnya.

Gubernur tidak mengharapkan polemik tentang proyek pembangunan jembatan yang bentangnya sepanjang 6.500 meter tersebut hingga membuatnya berlarut atau menunda jadwal pelaksanaan pembangunannya.

“Apalagi sampai dibatalkan, sebab ini masalah dana APBN, kan semua yang rugi, sebab adanya jembatan penghubung ke pulau Kotabaru itu keinginan semuanya,” bebernya.

Sehingga dia meminta, kepada pihak-pihak yang mengusulkan agar pembangunan jembatan tersebut diubah ke titik lain, supaya menyampaikannya dengan kajian teknis yang profisional diliat dari berbagai aspek.

“Sebab kalau tidak demikian, bisa saja banyak menimbulkan masalah lain, dan ini merugikan semuanya,” ujarnya.

Kersik Putih Lebih Murah dan Unggul

Sebagaimana diketahui, belakangan ini sejumlah tokoh masyarakat, politisi dan pengusaha di Kabupaten Tanah Bumbu mengusulkan perubahan titik rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Pulau Laut dengan daratan Pulau Kalimantan tersebut.

Mereka mengusulkan agar titik pembangunan jembatan yang berada wilayah Tanbu diubah dari rencana semula di Tanah Merah ke Kersik Putih, yang sama-sama berada di kawasan Batulicin (ibu kota kabupaten tersebut).

Pasalnya, titik pembangunan jembatan tersebut di Kersik Putih lebih unggul dari titik-titik lain dalam persfektif pembangunan di Tanbu yang baru berdiri sendiri atau pemekaran dari Kabupaten Kotabaru, Kalsel April 2003..

Keunggulan-keungulan itu antara lain, kondisi laut atau Selat Pulau Laut cukup aman dari pergerakan pelayaran, dengan demikian keselamatan pelayaran lebih terjamin.

Selain itu, Kersik Putih merupakan daerah tidak padat penduduk, dengan demikian pembebasan lahan jauh lebih mudah dan efesien.

“Apalagi ada warga (H Amir) yang bersedia menghibahkan tanahnya guna pembangunan jembatan tersebut,” kata salah satu anggota DPRD Tanbu Fawahisah Mahabatan SE, SH.

Kemudian anggota DPRD Tanbu dari Partai Golkar Andi Tanrang Alaydrus mengatakan, dengan titik pembangunan jembatan di Kersik Putih, bentangnya akan lebih pendek, bahkan selisihnya sekitar dua kilometer .

“Dengan pendeknya bentang jembatan tersebut, berarti pembiayaan bisa dihemat, dan dari penghematan itu dapat untuk pembangunan infrastruktur lain,” ujarnya diamini pula Ketua Forum Komunikasi Pariwisata Tanbu Yandi. ant/infobanua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here