Jokowi Munculkan Lagi Posisi Wakil Panglima TNI

0
49 views
_gaya-jokowi-pakai-seragam-
-jokowi-pakai-seragam-

 

Wakil Panglima TNI salah satu jabatan strategis di era Orde Baru yang dihapus oleh Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Setelah lama menghilang kini posisi tersebut akan kembali dimunculkan.

Saat rezim Soeharto, jabatan ini termasuk strategis. Sejumlah jenderal seperti Laksamana Sudomo dan Jenderal Fachrul Rozi dipercaya Pak Harto mengisi pos tersebut.

Situasi berubah ketika Gus Dur berkuasa. Saat itu Gus Dur kesal mendapati Panglima pilihannya Laksamana TNI Widodo AS mendesak agak jenderal-jenderal di posisi kunci diganti, salah satunya Panglima Kostrad.

Mendapati kondisi ini Dia pun langsung menawarkan kompromi sekaligus melakukan mutasi besar-besaran di tubuh TNI. Mutasi jabatan ini terjadi hingga dua kali, yakni pada September dan Oktober 2000.

Gus Dur yang tak mau mengalah di tengah gertakan perwira TNI ini memutuskan untuk menghapus jabatan wakil panglima TNI yang saat itu dijabat oleh Jenderal TNI Fachrul Rozi. Rencana ini sebenarnya dimaksudkan untuk sekaligus mengganti Panglima dan Kapolri yang dianggapnya berseberangan.

Setelah jabatan itu tidak ada dibentuk Kepala Staf Umum (Kasum). Bedanya pos ini diisi oleh jenderal bintang tiga, jelas berada satu tingkat di bawah kepala staf.

Kini, di rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo justru posisi wakil panglima kembali dihidupkan, dan posisi Kasum dihapus. Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan wakil panglima akan mulai dibahas Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) pekan depan.

“Nanti Kasum enggak ada lagi. Jabatan Kasum dihapus,” kata Moeldoko di Lapangan Apel Denma, Mabes TNI, Cilangkap, Kamis (25/6).
Menurut Moeldoko, jabatan wakil panglima kembali dibutuhkan karena TNI punya pasukan di PBB 4.000, ditambah lagi pasukan tersebar di perbatasan. “Apabila ada kesulitan ada wakil panglima, maka akan secara otomatis wakil panglima akan mengambil tanggung jawab operasi, tanggung jawab kendali,” katanya.

Sekarang ini, menurut Moeldoko, Kepala Staf Umum itu membawahi, mengkoordinasikan unsur-unsur para kepala staf asisten. “Sehingga kalau terjadi sesuatu, dia tidak bisa ambil alih komando. Ini sebenarnya latar belakang itu,” tuturnya.

Namun dia membantah jika kewenangan Kasum membawahi dan mengkoordinasikan unsur-unsur para kepala staf asisten tidak efisien.

“Oh enggak-enggak, ini efisien. Semua fasilitas Kasum diserahkan kepada wakil panglima TNI, enggak ada yang diubah, enggak ada yang ditambah. Jadi enggak ada istilahnya tidak efisien,” tandasnya.

Rel/infobanua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here