28-31 Juli, Job Fair Kalsel Buka 1.500 Peluang Kerja

0
56 views

Susah-cari-kerja

Dinas Tenaga Kerja Kalimantan Selatan bekerja sama dengan 30 perusahaan, di antaranya perusahaan perkebunan, pertambangan, otomotif, jasa, perhotelan, dan sektor lainnya, kembali membuka sekitar 1.500 peluang kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel Antonius Simbolon di Banjarmasin, Senin, mengatakan seluruh peluang kerja tersebut akan ditawarkan pada saat pameran bursa tenaga kerja di Gedung Sultan Suriansyah pada 28 sampai 31 Juli 2015.

Menurut Antonius, bursa kerja atau “job fair” tersebut merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk mengurangi besarnya angka pengangguran di Kalsel.

“Cukup banyak perusahaan yang berminat mengikuti bursa kerja ini, dengan harapan perusahaan lebih mudah mendapatkan tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan perusahaan,” katanya.

Antonius mengungkapkan salah satu perusahaan yang mengikuti bursa tenaga kerja adalah perusahaan pertambangan, kendati perusahaan sektor tersebut kini lesu, namun kebutuhan terhadap tenaga kerja masih terbuka.

“Beberapa perusahaan pertambangan masih memerlukan tambahan karyawan, jadi sektor ini tidak sepenuhnya lesu, begitu juga dengan sektor perkebunan,” katanya.

Tahun 2014, kata dia, kegiatan serupa diikuti sebanyak 35 perusahaan dari berbagai bidang meliputi jasa, perdagangan, perhotelan, perbankan, perkebunan dan pertambangan, dan berhasil merekrut sekitar 2.500 pekerja.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, angka pengangguran di Kalsel masih tinggi mencapai hampir 100.000 orang dari jumlah angkatan kerja sekitar dua juta orang.

Sementara jumlah masyarakat yang bekerja di sektor informal seperti penjual bakso, es dan lainnya mencapai 217.000 orang. Angka pengangguran di Kalsel diperkirakan akan terus bertambah seiring terpuruknya industri pertambangan di wilayah ini.

Saat ini, Kalsel fokus mengembangkan sektor industri dan UMKM yang cukup besar menyedot tenaga kerja, terutama masyarakat di perdesaan.

Pengembangan sektor UMKM tersebut meliputi, industri kerajinan anyaman, perikanan, industri olahan dari sektor perkebunan dan lainnya.

Usaha kreatif dan produktif tersebut, terbukti mampu menopang perekonomian masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan, ujarnya.

ant/infobanua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.