245 Calon Brigadir Polisi Kalsel Digembleng 7 Bulan

0
2216
calon brigadir
245 calon brigadir polisi Kalsel jalani masa pelatihan

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, selama tujuh bulan ke depan mendidik 245 brigadir polisi yang disiapkan menjadi polisi profesional sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.

Kegiatan pendidikan sekaligus pembentukan brigadir Polri dibuka Kapolda Kalsel Brigjend Agung Budi Maryoto di Sekolah Polisi Negara (SPN) Jalan Bhayangkara Banjarbaru, Selasa.

“Tanamkan tekad, komitmen dan motivasi selama mengikuti seluruh proses pembelajaran sehingga mampu lulus dan menjadi anggota Polri yang baik dan profesional,” pesan kapolda.

Ditekankan, ratusan siswa calon anggota Polri juga harus menyiapkan mental dan fisik yang prima sehingga terbentuk insan Tribrata yang handal dan dapat dibanggakan.

Ia juga meminta, siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan dan membangun kerja sama sinergis dan interaksi yang positif baik terhadap sesama siswa maupun instruktur.

“Siswa juga harus terus mengasah kemampuan intelektual, emosional dan spiritual selama menerima materi dan pelatihan sehingga mampu meraih prestasi terbaik,” ucapnya.

Dikatakan, pembentukan anggota Polri yang dilaksanakan SPN fokus pada pembentukan revolusi mental sebagai upaya mewujudkan sosok polisi penolong bukan pembohong.

“Anggota Polri selain menjalankan tugas sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat, juga disiapkan menjadi penolong bukan pembohong,” ujar mantan Dirlantas Polda Kalsel itu.

Kepala SPN Banjarbaru AKBP Ebet Gunandar mengatakan, pendidikan yang diberikan kepada siswa dalam upaya membentuk anggota Polri yang berkualitas dan profesional.

“Selama tujuh bulan pendidikan, siswa akan diberikan materi akademik, mental kepribadian dan kesehatan jasmani sehingga mampu menjadi polisi berkualitas,” ujarnya.

Dikatakan, materi yang diberikan sangat relevan dalam mempersiapkan menjadi anggota Polri berkualitas dan paling berat yang dijalani yakni mental kepribadian mengubah pola pikir.

“Tahapan yang paling berat adalah mengubah pola pikir siswa dan kultur budayanya namun melalui sistem pendidikan yang baik, kami yakin mereka bisa lulus,” katanya.

ant/infobanua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here