Money Politik Nodai Falsafah Bangsa

0
54 views
 Anggota DPRRI Komisi IV, Drs. H. Acep Adang Ruhiat, M.Si
Anggota DPRRI Komisi IV, Drs. H. Acep Adang Ruhiat, M.Si

 

Perilaku Pancasilais harus senantiasa diterapkan oleh masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya dalam pelaksanaan Pilkada serentak Tanggal 09 Desember 2015 mendatang. Money politik yang selama ini menghantui hajatan politik dalam memilih pemimpin, harus mulai diubah, karena hal itu bukan perilaku Pancasila sebagai dasar utama negara Indonesia.

Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika)” anggota MPR, Drs. H. Acep Adang Ruhiat, M.Si, di aula pondok pesantren Al-Hidayah Cipanengah Desa Tawangbanteng Kec. Sukaratu Kab. Tasikmalaya, Jum’at (7/8/15).

“Seringkali dalam memilih pemimpin, masyarakat masih terjebak oleh dua puluh ribu lima puluh ribu atau seratus ribu, akhirnya perubahan sampai kapan pun susah akan terwujud,” ujar salah satu pemateri” kata Acep Adang Ruhiat.

Ia mengingatkan, pemerintah daerah punya kewajiban untuk ikut berperan aktif dalam proses pemilihan pemimpin dengan memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat.

“Yang harus berpancasila itu bukan hanya masyarakatnya, tapi juga pemerintahnya,” tambahnya.

Selain itu, Anggota DPRRI Komisi IV, Acep Adang Ruhiat,menghendaki ada perubahan di tingkat masyarakat.

Menurut Acep Adang Ruhiat”Kita semua ingin mengubah kebiasaan salah yang selama ini berjalan agar menjadi lebih baik,”.

Salah satu peserta yang hadir, Adang, warga dari Cipanengah Sukaratu mengatakan, ia baru mengetahui kalau perilaku semacam itu tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Itu kan padahal sudah umum lah di masyarakat, kalau setiap ada pemilihan, selalu menanyakan dasket dastus, ternyata itu tidak benar dan merusak Pancasila,” tandasnya.

Selain acara rapat dengar pendapat (RDP),pada kesempatan itu politisi yang juga kiayi dari Partai Kebangkitan Bangsa tersebut juga mensosialisasikan Empat Pilar Negara di antaranya dasar negara (Pancasila), Dasar Hukum (UUD 1945), Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika.

“ Rapat Dengar Pendapat (RDP) Sosialisasi empat pilar ini sangatlah penting untuk disampaikan kepada seluruh warga negara Indonesia, apalagi saya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat hukumnya wajib untuk menyampaikan empat pilar tersebut” kata Acep Adang.

Acep Adang Ruhiat, menambahakan pentingnya sosialisasi 4 pilar yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat, kalangan pesantren tanpa terkecuali mengenai Pancasila, UUD 1945, Negara Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika agar dapat memfilter atau membendung budaya yang dapat merusak 4 pilar tersebut.

Aj. Abdul Hay pimpinan ponpes Al-Hidayah mengatakan bahwa dirinya merasa senang dengan adanya RDP dan juga sosialisasi 4 pilar yang dilakukan oleh anggota DPR RI tersebut, karena menurutnya banyak paham-paham yang berasal dari luar yang tidak sesuai dengan ke 4 pilar dan cenderung merusak, terlebih kalangan pesantren.

“Sangatlah tepat apa yang di sampaikan oleh bapak Acep Adang Ruhiat,dalam mensosialisasikan ke 4 pilar tersebut, karena banyak warga negara dan generasi muda bangsa indonesia yang bergeser jauh dari nilai-nilai luhur bangsa indonesia”Pungkas Abdul Hay.

Indra Samsudin Noor / Info Banua

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here