Empat Pilar Mengakar, Negara Makmur

0
1224
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Drs. H. Acep Adang Ruhiat, M.Si,sosialisasi empat pilar di Aula Desa Cintabodas Kec. Culamega Kab. Tasikmalaya Minggu (6/9/2015).
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Drs. H. Acep Adang Ruhiat, M.Si,sosialisasi empat pilar di Aula Desa Cintabodas Kec. Culamega Kab. Tasikmalaya Minggu (6/9/2015).

Tasikmalaya – Info Banua.Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Drs. H. Acep Adang Ruhiat, M.Si mengatakan bahwa empat pilar merupakan tonggak penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam sosialisasi yang disampaikan di Aula Desa Cintabodas Kec. Culamega Kab. Tasikmalaya Minggu tanggal 6 September 2015, ia menegaskan,“keempat pilar masing-masing Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika harus betul-betul menjadi pilar kehidupan bangsa yang terus dikembangkan”.

Sosialisasi empat pilar tersebut dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari anggota tokoh agama, masyarakat, pemuda dan diselenggaakan dengan penuh antusias.

“Sesuai dengan amanat Undang-undang melalui Sekretariat Jenderal MPR RI bahwa anggota MPR RI yang di dalamnya terdiri anggota DPR dan DPD harus melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pancasila, Undang-undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika,”kata Acep adang Ruhiat.

“Saya mengucapkan terima kasih atas antusiasme para tokoh dan masyarakat umum yang bersedia mengikuti sosialisasi empat pilar kebangsaan ini yang merupakan amanat undang-undang,” kata legislator asal dapil Jabar XI ini.

Menurut dia, nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila saat ini sudah mulai luntur dalam kehidupan masyarakat sehingga pemerintah melalui MPR-RI terus melakukan sosialisasi tentang empat pilar berbangsa.

“Jaman dulu kita masih bisa merasakan begitu kentalnya rasa gotong royong dalam kehidupan kita. Kentalnya rasa persaudaraan dan silaturahmi, saling menghormati sesama. Saat ini hal tersebut seolah menjadi baang langka, bahkan terkadang tetangga sendiri kita tidak saling kenal. Sehingga perlu kita tumbuhkan sikap itu,” tegasnya.

Ideologi Pancasila sebagai dasar negara, lanjut Acep, tidak boleh berubah seiring dengan perubahan zaman saat ini, sebab Pancasila merupakan dasar negara yang harus dipertahankan dan menjadi ideologi bangsa.

Acep menjelaskan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika merupakan empat pilar yang harus menjadi pedoman hidup masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

“Empat pilar bangsa ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Selain itu, “kebhinekaan dan perbedaan merupakan suatu hal yang tidak bisa dilekatkan di dalam kehidupan bangsa Indonesia yang memang multikutural dan multietnis,” tambahnya.

“Oleh sebab itu, konsep Bhineka Tungga Ika akan sangat relevan untuk dapat dipertahankan dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan NKRI. Penanaman dan penguatan itu harus dimulai sejak dini supaya bangsa Indonesia tetap kokoh dan terhindar dari berbagai ancaman,” katanya.

Ia mengatakan, Pancasila sebagai ideologi bangsa bukan hanya semata atau sebagai lips service saja, akan tetapi Pancasila harus hidup dan betul-betul diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saya yakin kita semua sudah mengetahui empat pilar, tetapi tidak bisa hanya sekedar diketahui, namun harus bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari, dan sya yakin pula bila empat pilar ini mengakar ditengah masyarakat,niscaya negara akan makmur,” katanya.

Acara sosialisasi ini diakhiri dengan dialog dan tanya jawab antara peserta dengan Drs. H. Acep Adang ruhiat seputar empat pilar bangsa dan dipungkas dengan ramah tamah dengan para tokoh agama, masyarakat, pemuda yang hadir.

Indra Samsudin Noor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here