Misi Kemanusiaan Untuk Korban Bencana Asap

0
43 views
DCIM100MEDIADJI_0018.JPG
TNI AL mendatangkan dua kapal KRI yaitu KRI Banda Aceh-593 dan KRI Teluk Jakarta-541 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin . (ist)

Banjarmasin – Sebagai langkah bantuan terhadap korban bencana asap di Kalimantan, TNI AL mendatangkan dua kapal KRI yaitu KRI Banda Aceh-593 dan KRI Teluk Jakarta-541 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin hari minggu kemarin, sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo. Kedatangan KRI dalam rangkaian bantuan terhadap korban bencana asap dilengkapi dengan datangnya KRI Dokter Soeharso-990 yang berfungsi sebagai kapal rumah sakit pada hari Senin 26 Oktober 2015 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Kedatangan tiga buah KRI tersebut merupakan rangkaian dari penanggulangan bencana asap yang menimpa warga Kalimantan Selatan dan Tengah. Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut Haris Bima Bayuseto mengatakan bahwa ketiga KRI yang datang di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin membawa personel petugas kesehatan, peralatan kesehatan dan beberapa ambulans.

“Kami memilih Banjarmasin sebagai tempat bersandar karena pangkalan yang mungkin kami masuki yang terdekat dengan wilayah terpapar asap adalah Banjarmasin. Prinsipnya kami disini untuk mendukung kegiatan penanggulangan asap. Nantinya kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah daerah dan instansi militer setempat untuk pemanfaatan fasilitas dan peralatan kesehatan yang kami bawa”. “Bahkan apabila diperlukan kami siap menampung evakuasi pengungsi korban bencana asap. KRI Banda Aceh dan KRI dokter Soeharso mampu menampung sekitar dua ribu sampai tiga ribu orang tiap kapalnya” tambah Haris Bima.

Disinggung mengenai sampai kapan kapal-kapal KRI tersebut berada di Banjarmasin, Komandan KRI Banda Aceh Letnan Kolonel Laut Edi Haryanto mengakui tak mengetahui pasti berapa lama kapal TNI AL tersebut diperbantukan. “Yang namanya bantuan kemanusiaan tidak ada batasan waktu. Tergantung situasi dan kondisi di lapangan. Yang pasti kami akan tetap berada di sini sampai penanggulangan bencana asap dianggap sudah selesai”

General Manager Pelindo III Banjarmasin Hengki Jajang Herasmana mengatakan “Kita sadar bahwa bencana asap ini telah mencapai kategori massive. Sehingga ini merupakan kewajiban kita semua untuk membantu dalam kegiatan penanggulangan bencana asap ini. Kami memberikan prioritas sandar bagi KRI tersebut. Selain itu kita memberikan pelayanan kepelabuhanan seperti pelayanan pandu, pelayanan tunda dan pelayanan sandar semuanya kita bebaskan biaya karena ketiga KRI ini datang dengan membawa misi kemanusiaan”.

Ditambahkan Hengki bahwa Pelindo III yang wilayah kerjanya juga meliputi Kalimantan Selatan dan Tengah juga terkena bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan. “Walaupun hal ini tidak mengganggu secara langsung terhadap aktifitas kepelabuhanan, namun bencana kabut asap tentu berpengaruh terhadap kesehatan pegawai Pelindo III dan orang-orang yang beraktifitas di daerah yang terpapar bencana kabut asap ini”. “Harapan kita semoga bencana kabut asap ini dapat segera teratasi” tutup Hengki.

 

rel/infobanua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here