Pelindo III Siapkan SDM Profesional

0
51 views
PPSA Pelindo III Banjarmasin
PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) cabang Banjarmasin membangun pusat pelayanan terpadu dengan nama Pusat Pelayanan Satu Atap (PPSA).

Untuk mengembangkan pelabuhan agar meningkat serta memiliki daya saing, Pelindo III Kota Banjarmasin terus melakukan gebrakan dan langkah untuk mewujudkan pelabuhan yang moderen dan layanan yang terintegrasi. Diantaranya, memberikan pelayanan prima dalam jasa kepelabuhanan, Pelindo III Banjarmasin sudah membangun Container Yard (CY) baru di area eks rumah dinas manajer. Container Yard seluas 4.744 m2 berkapasitas 130 Ground Slot (GS) dengan ketinggian antara 2-3 tier. Secara khusus diperuntukkan bagi receiving dan delivery petikemas kosong.

Dengan perluasan CY ini tentunya dapat menambah kapasitas penumpukan petikemas di pelabuhan Banjarmasin dan mendukung kegiatan di CDC-CCC dan TPKB.
Menurut General Manager Pelindo III Banjarmasin Hengki Jajang Herasmana, penambahan CY ini selain untuk meningkatkan pendapatan bagi Pelindo III Banjarmasin juga untuk meningkatkan pelayanan dan menambah kenyamanan bagi pengguna jasa. Peresmian CY eks rumah dinas manajer bertujuan untuk meningkatklan level of service Pelindo III Banjarmasin agar terus meningkat.
Selain itu, guna memberikan kemudahan bagi pengguna jasa kepelabuhanan dalam melakukan pembayaran, PT Pelindo III (Persero) Cabang Banjarmasin dan Bank Mandiri bekerjasama meluncurkan sistem pembayaran e-payment. Sistem pembayaran e-payment bersifat real time dan bersifat host to host. Melalui sistem host to host ini, nantinya pengguna jasa semakin mudah dalam membayar jasa kepelabuhanan dan hemat waktu, tenaga dan biaya.
Pelindo III juga mengoptimalkan Sumber Daya dan pengembangan pelabuhan, baik fasilitas, infrastruktur dan sumberdaya di wilayah kerjanya, dengan menciptakan sistem dan kebijakan yang mampu memperkuat potensi perusahaan seperti manajemen proyek/investasi, kualitas SDM, implementasi sistem dan teknologi informasi dan pengendalian internal.
Upaya ekstensifikasi juga telah dicanangkan, diantaranya yang berskala cukup besar meliputi pengembangan terminal petikemas dan pelabuhan yang sudah dimulai.
Selain berpotensi menambah nilai bagi peningkatan size perusahaan, proyek strategis tersebut memiliki nilai strategis untuk pengembangan jaringan maritim nasional dan pelayanan logistik yang efisien dan kompetitif sehingga meningkatkan daya saing nasional.
Perubahan lingkungan strategis yang harus dicermati pada tahun 2015 ini adalah akan diberlakukannya skema Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dimana sejumlah kawasan di Indonesia bisa dengan leluasa melakukan interaksi ekonomi dengan kawasan lain antar negara ASEAN. Bila mata rantai perekonomian domestik tidak tercipta, interaksi dengan kawasan negara lain akan menciptakan disparitas dan merupakan ancaman terhadap daya saing bangsa.
Konektivitas antar negara dan kawasan pada dasarnya adalah kebutuhan semua Negara, sehingga Pemerintah Indonesia dengan konsep Poros Maritim atau Tol Laut diharapkan mampu menggerakkan kehidupan sektor laut baik dari pembangunan infrastruktur dan jalur armada angkut serta membenahi koordinasi dan regulasi antar instansi di bidang kepelabuhanan, yang mampu merekatkan rantai pasokan domestik (antar pulau) untuk produktivitas perekonomian nasional sekaligus juga sebagai jawaban atas tantangan regional yang ada.
Optimalisasi Sumberdaya dan Pengembangan Pelabuhan merupakan kunci sukses untuk meningkatkan daya saing Pelindo III, baik secara nasional maupun internasional.
Untuk itu diperlukan langkah-langkah intensifikasi dan ektensifikasi yang akan menghasilkan dan meningkatkan daya saing Perusahaan. Melalui intensifikasi, manajemen harus mengoptimalkan semua sumberdaya yang dimilikinya.
Penulis: Ida Yusnita SSos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.