Pelindo III Wujudkan Konektivitas Nasional

0
57 views
Jokowi dan tol laut
Presiden Joko Widodo mengembangkan pelabuhan yang terintregasi lewat konsep tol laut. (ida/ist)

Tak berlebihan jika dikatakan PT Pelindo III berhasil melakukan konektivitas nasional khususnya untuk wilayah Indonesia bagian timur guna meningkatkatkan daya saing. Selain itu, Pelindo III dinilai cukup jeli karena berhasil mengembangkan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), kawasan industri terintegrasi dengan pelabuhan yang dikembangkan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) bersama PT AKR Corporindo, dinilai sebagai kawasan industri bintang lima.

Pasalnya, keberadaan JIIPE seiring sejalan dengan rencana pemerintah yang menetapkan rencana pembangunan kawasan industri modern, yang terintegrasi dengan pelabuhan, industri penopang, bahkan juga dengan area bisnis lainnya. Model kawasan industri modern JIPE, harus menjadi target pemerintah untuk lebih banyak lagi dibangun, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Bahkan informasi dan data yang berhasil dihimpun, pemerintah juga sudah membuat Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) yang antara lain mencantumkan rencana pengembangan 36 kawasan industri baru sepanjang 2015-2035. Dimana14 di antaranya, akan dibangun sepanjang 2015-2019, dengan 11 kawasan industri baru itu akan dibangun di kawasan Timur. Termasuk rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) baru tentang kawasan industri dalam waktu dekat, untuk mendukung percepatan pembangunan kawasan industri baru.

Untuk itu, agar program tol laut berjalan dengan baik sesuai visi dan misi Presiden Jokowi, pemerintah harus terus mengembangkan infrastruktur pelabuhan. Terutama peningkatan pelabuhan di wilayah timur (Indonesia), sebab Tol Laut tidak akan efisien jika pelabuhan di (Indonesia) barat dan timur tidak seimbang. Ini tantangan yang harus dijawab pemerintah.

Paling tidak, harus ada rencana yang pasti, agar 24 pelabuhan strategis yang telah ditentukan oleh Presiden Joko Widodo sudah standar dan layak di tahun 2018 atau 2019. Karena, level of service pelabuhan di kawasan barat dan timur harus berimbang dan 24 pelabuhan tersebut memegang peranan penting untuk menekan biaya logistic.

Dengan kata lain, karena logistic cost antara pabrik dengan pelabuhan harus ditekan, maka JIIPE sebagai kawasan terpadu menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Pelindo III_Kongres Nasional Bisnis Maritim_3
lokasi kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), kawasan industri terintegrasi dengan pelabuhan yang dikembangkan Pelindo III. (ist)

Terkait penopang sistem logistik nasional, dilakukan berbagai pengembangan infrastruktur pelabuhan seperti pengembangan terminal peti kemas, pengembangan beberapa pelabuhan sebagai hub container port, serta pengembangan terminal curah cair dan kering.

Selain itu, untuk mendorong keterhubungan domestik dan efektivitas-efisiensi transportasi laut, pemerintah harus segera membangun infrastruktur pelabuhan.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2012 tentang cetak biru pengembangan sistem logistik nasional, pemerintah menargetkan sistem logistik nasional yang terintegrasi dengan layanan yang andal.

Integrasi jaringan konektivitas fisik terutama sistem transportasi laut serta jaringan konektivitas virtual yang didukung ICT diharapkan tidak hanya sebagai penopang daya saing logistik, tetapi juga sebagai stimulus pertumbuhan daerah, penekan disparitas harga, dan pendorong distribusi pendapatan yang lebih merata.

Sistem logistik nasional ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam mendorong daya saing logistik nasional sehingga daya saing produk/jasa dapat terus ditingkatkan. Sistem ini juga diharapkan dapat mereduksi ekonomi biaya tinggi yang selama ini menjadi perhatian pemerintah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta menghindari terkonsentrasinya pertumbuhan di lokasi tertentu.

Dengan sistem logistik nasional yang didukung percepatan pembangunan infrastruktur, pemerintah mengharapkan pertumbuhan dan penyebaran pembangunan dapat lebih ditingkatkan. Hal ini tentu akan menciptakan iklim investasi menjadi lebih baik lagi secara nasional dan mampu menekan biaya logistik.

Penulis: Ida Yusnita SSos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here