Ekspor Impor Jagung Merugikan Peternak Unggas

0
51 views
Pakan ternak (ist)
Pakan ternak (ist)

Jakarta,Info Banua.Peternak unggas di tahun 2015 lalu masih mengandalkan jagung impor sebagai pakan ternaknya,dampak dari kebijakan Kementerian Pertanian mengendalikan impor jagung dan mendorong peningkatan ekspor jagung,sehingga suplay jagung dalam negeri mengalami kekurangan untuk pakan ternak,kata Anggota Komisi IV DPRRI Fraksi PDI Perjuangan M.Dardiansyah di Jakarta,jumat (29/1).

“ Di satu sisi menguntungkan bagi petani jagung karena produksi jagung menjadi komoditas ekspor,namun di sisi lain merugikan para peternak,jag,jagung di dalam negeri untuk pakan menjadi berkurang dan mahal harganya”,kata Dardiansyah.

“Mahalnya pakan ternak yang terjadi karena pemerintah menghentikan impor jagung,harga jagung menjadi meningkat luar biasa,para peternak akhirnya meningkatkan harga jual ternaknya dengan harga yang tinggi”,jelas dardiansyah.

“Kebijakan ekspor jagung yang di keluarkan tersebut hendaknya dapat di kaji ulang,jangan sampai ekspor jagung mengurangi suplay kebutuhan jagung dalam negeri dan merugikan sektor usaha lainnya terutama sekali para peternak yang mengandalkan pakan ternak dari jagung”,katanya.

Kekurangan jagung untuk pakan ternak tersebut di perkirakan tahun 2016 ini masih akan berlanjut,dan pemerintah melalui Kementerian Perindustrian memutuskan akan mengimpor jagung sebanyak 2,4 juta ton untuk kebutuhan pakan ternak dan direalisasikan secara bertahap sebanyak 200 ribu ton setiap bulannya.

“Buat apa mengimpor jagung jika produksi pertanian jagung dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan tersebut,ini akan merugikan masyarakat dan membuat harga pakan ternak semakin meningkat pula”,pungkas Dardiansyah.

Indra Samsudin Noor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here