Penguatan Pilar Berbangsa Bernegara

0
33 views
ASDI NARANG, SH,M.COMM.LAW.Anggota MPRRI
ASDI NARANG, SH,M.COMM.LAW.Anggota MPRRI

Kapuas,Info Banua.Periodesasi amandemen UUD NRI 1945 yang dilaksanakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) mulai dari Sidang Umum MPR 1999 (14 -21 Oktober 1999), Sidang Tahunan MPR 2000 (7 – 18 Agustus 2000), Sidang Tahunan MPR 2001 (1-9 November 2001) dan Sidang Tahunan MPR 2002 (1-11 Agustus 2002).
“Perubahan atau amandemen UUD NRI 1945 tersebut mengalami banyak perubahan dalam struktur kekuasaan negara, sehingga untuk itu penting disosialisasikan keseluruh elemen masyarakat,” jelas Asdy Narang dalam acara dengar pendapat dengan masyarakat di Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah (17/2/2016)
Lanjut Asdy Narang, keterlibatan seluruh anggota MPR dalam melaksanakan RDP dengan masyarakat akan lebih mempercepat dan memperluas sasaran atau jangkauan pemahaman bernegara Indonesia. Sehingga diharapkan dapat membangun kesadaran ideologi dan konstitusi warga negara; memahami dasar dan tujuan berbangsa dan bernegara; dan menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam penjelasannya, Asdy Narang menjelaskan, bahwa pengalaman berbagai bangsa menunjukkan bahwa tidak ada bangsa yang besar yang tidak bertumpu pada ideologi yang mengakar pada nurani rakyatnya. Jepang, Jerman, Amerika, Inggris, Cina dan masih banyak negara lainnya, menemukan kekokohannya pada pondasi ideologi yang mengakar kuat dalam budaya masyarakatnya.
“Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau, dan telah menunjukkan bahwa Indonesia sangat luas yang didiami oleh berbagai kelompok masyarakat yang beraneka ragam, baik budaya, adat istiadat, agama, termasuk kepercayaan”, Jelas Asdy Narang.
Pungkasnya, Bhineka Tunggal Ika, secara niscaya bukan sekadar kebetulan dan sloganitas semata yang tertulis di Burung Garuda sebagai lambang negara Indonesia. Justru dengan sadar sejatinya itu dimaknai sebagai wujudnyata kebutuhan bersama (kesadaran kolektif).  Indonesia yang satu ini, sudah harus menjadi kesadaran kolektif suku bangsa yang ada di Indonesia, atau dalam bahasa lain, keragaman budaya di Indonesia merupakan modal dasar “pembangunan” berkelanjutan yang tidak bisa diabaikan.

Indra Samsudin Noor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here