Pemerintahan Jokowi-JK Peduli Hutan, 17 Ribu Hektare Gambut Kalsel Direstorasi

0
37 views
Presiden Jokowi tinjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kalsel
Presiden Jokowi tinjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kalsel

Kepala Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia Nazir Foead menyatakan pihaknya akan melakukan restorasi terahdap 17 ribu lahan gambut di Kalimantan Selatan yang kini dalam kondisi kering dan rusak.

Jumlah tersebut, kata Nazir dalam loka karya tentang restorasi lahan gambut di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu, merupakan bagian dari rencana restorasi lahan gambut secara nasional sebanyak dua juta hekatare.

“Restorasi tersebut akan kita laksanakan secara bertahap selama lima tahun anggaran,” katanya.

Menurut Nazir tujuan utama restorasi atau memulihkan kembali kondisi lahan gambut seperti semula adalah, sebagai bentuk kerja nyata penanggulangan kebakaran lahan yang disebabkan kerusakan ekosistem gambut.

Secara nasional, lahan yang direstorasi tersebar di tujuh provinsi yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.

“Khusus untuk Kalimantan Selatan kami akan merestorasi 17.000 hektare lahan gambut yang rusak dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, dengan estimasi biaya Rp12 juta per hektare,” katanya.

Saat ini, tambah dia, pihaknya sedang melakukan pemetaan daerah-daerah lahan gambut yang rusak, dan perlu dilaksanakan restorasi.

Menurut Nazir, restorasi tersebut sangat penting untuk dilakukan, karena kondisi lahan rawa dan gambut, kini banyak yang kering, sehingga akan lebih mudah terbakar, terutama pada saat kemarau tiba.

Restorasi tersebut antara lain dilakukan, dengan tujuan untuk membasahi kembali lahan-lahan gambut yang kering, sehingga terhindar dari kebakaran lahan.

“Salah satu upaya restorasi adalah dengan kembali menutup kanal-kanal yang ada, sehingga air yang kini terserap oleh gambut atau tertampung saat musim hujan tidak melimpah keluar,” katanya.

Selain itu, tambah dia, pihaknya akan mendorong pemerintah baik pusat maupun daerah, untuk kembali mengevaluasi terhadap izin pemanfaatan lahan gambut, untuk memenuhi kebutuhan zona lindung dan zona budi daya lahan gambut.

“Izin lahan gambut harus segera dievaluasi kembali, sehingga pemanfaatan lahan gambut disesuaikan dengan kondisi yang diperlukan,” katanya.

Terkait kebakaran lahan, tambah dia, hampir 75 persen terjadi dilahan konsensi, yang berarti untuk melakukan restorasi, seharusnya menjadi tanggungjawab dan dilakukan oleh perusahaan yang bersangkutan.

Selain Nazir, hadir sebagai narasumber loka karya adalah Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Arsyadi, Kepala Balai Rawa Binsar Parlinggonan, Walhi dan akademisi dari Unlam.

Setelah loka karya, acara dilanjutkan dengan peninjauan terhadap lokasi lahan gambut, yang mengalami kekeringan. *

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here