PT Minamas Plantation Gandeng Unlam Bikin Tujuh Desa Mandiri

0
49 views

minamas
Perusahaan Sawit PT Minamas Plantation menggandeng Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk membuat tujuh desa di sekitar perusahaannya menjadi desa mandiri cegah api.

Perusahaan sawit milik warga negara Malaysia yang ada di Kotabaru ini melakukan penandatangan kerjasama dengan universitas tertua di Kalsel tersebut di Aula Rektorat Unlam Banjarmasin, Senin. Bersamaan juga dengan Universitas Riau.

Presiden Direktur Minamas Plantation Roslin Azmy Hassan yang langsung menyaksikan penandatangan kerjasama itu menyatakan, mereka menggandeng dua universitas tersebut untuk menjadi pembimbing dan penyuluh kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan.

Menurut dia, ada sebelas desa yang mengikuti program desa mandiri cegah api ini, tujuh diantaranya ada di area wilayah Kalsel, utamanya yang ada di sekitar perkebunan sawit mereka di Kotabaru.

“Sisanya enam desa di Riau, sama di wilayah area perkebunan kita, bisa dikatakan ring satu di area perkebunan kami,” bebernya.

Diungkapkan Roslin, untuk program ini pihaknya menggelontorkan dana sekitar Rp3 miliar, dan harapannya program ini bisa berjalan dengan baik, utamanya bisa menstimulus warga agar tidak melakukan pembakaran lahan saat membuka lahannya.

“Tujuan pentinnya program ini membuat masyarakat bisa sadar, kalau mereka melakukan pembakaran lahan hingga menyebabkan kebakaran besar pada lahan dan hutan, imbasnya bencana asap terjadi, dan ini membahayakan kesehatan masyarakat luas,” paparnya.

Rektor Unlam Banjarmasin Prof Dr Sutarto Hadi menyatakan, pihaknya sangat menyambut baik adanya kerjasama ini, sebab akademisi memang memiliki tanggungjawab pula dalam melakukan pencegahan bencana asap ini.

“Dengan adanya kerjasama ini mekin membantu program kita pula yang selama ini sudah jalan di pusat study kebencanaan,” tuturnya.

Sutarto pun mengungkapkan, akan menurunkan para dosen dan mahasiswa terbaiknya di pusat stady kebencanaan untuk mendukung program Minamas Plantation ini, utamanya ditujuh desa yang diprogramkan menjadi desa mandiri cegah api.

“Ada sekitar 14 alumni kita didamping tiga dosennya nanti yang mengabdikan diri mengikuti program desa mandiri cegah api ini selama lima bulan,” paparnya.

Adapun tujuh desa yang di area Kalsel masuk program desa mandiri cegah api ini, yakni, desa Bepara, Harapan Baru, Binturung, Lintang Jaya, Wonorejo, Bekambit, dan Sajakah.

Sekdaprov Kalsel M Arsyadi mengharapkan, semua perusahaan sawit yang ada di Kalsel ini untuk ikut pula melakukan program pencegahan kebakaran lahan dan hutan ini, sebab tahun lalu sangat parah terjadi.

“Jadi harus dilakukan bersama ini, seluruh perusahaan sawit maupun lainnya kita harap ikut berpartisipasi dalam mencegah kebakaran lahan dan hutan terjadi tahun ini, sejak dini,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here