Plt. Sekda Kalsel Minta SDM Perpustakaan Kuasai Tehnologi Informasi

0
64 views

haris-makkie
Jika melihat kondisi riil sekarang ini keterkaitan antara masyarakat yang mandiri, berbudaya dan berdaya saing. Budaya literasi bukan sekedar kemampuan membaca dan menulis saja namun ada juga memahami konteks sosial budaya. Masyarakat dengan budaya literasi akan berbanding lurus dengan kualitas pendidikan dan daya saing serta atensinya oleh karena itu tugas pemberdayaan masyarakat melalui penegakan literasi sangat penting. Membangun budaya literasi melalui penegakan kultural dan struktural.

Hal tersebut dikatakan Haris Makki sekretaris daerah Provinsi Kalsel dalam kata sambutannya pada Rapat Koordinasi Pengembangan Perpustakaan yang berlangsung tanggal 17 – 19 Oktober di Rattan Inn, dalam tema tema membangun sinergi untuk memberdayakan masyarakat transformasi layanan perpustakaan yang berkelanjutan.

Haris mengatakan, penegakan kultural dapat dilakukan oleh sebagian masyarakat, pendidikan keluarga hingga membangun komunitas literasi sedangkan pemerintah serta seluruh jaringan masyarakat juga dapat medekatkan jaringan struktural.beberapa hal yang perlu diperhatikan misalnya akses fasilitas baca yang mudah dijangkau, murah menyenangkan serta program berkelanjutan.

“Transformasi layanan perpustakaan merupakan ujung tombak dalam meningkatkan minat masyarakat, inofasi yang dilakukan akan berdampak pada akses yang dapat dijangkau pada masyarakat untuk itu perpustakaan harus mampu menyediakan kebutuhan masyarakat, menyediakan akses informasi hingga menyususn program-program berkualitas dengan berkelanjutan,” katanya.

Dijelaskannya, UU No 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan pasal 4 menyebutkan bahwa tujuan perpustakaan adalah memberikan layanan kepada perpustakaan, meningkatkan gemar membaca serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tentunya tujuan ini dapat tercapai apabila perpustakaan tersebut berkembang berinofasi dan beradaptasi dengan perubahan.

“Apalagi mengingat saat ini masyarakat butuh akan informasi erat kaitannya dengan perkembangan teknologi oleh sebab itu melalui peraturan pemerintah no 24 Tahun 2014 tentang perpustakaan khususnya pada pasal 21 secara tegas menyebutkan bahwa perpustakaan dapat melengkapi sarana teknologi informasi yang disesuaikan dengan perkembangan kemajuan teknologi,” jelasnya.

Haris berharap, dalam kegiatan rakor kali ini dapat menghasilkan pemahaman bersama terkait tehnologi informasi dengan layanan perpustakaan dapat menghasilkan komitmen bersama serta dapat memberikan wawasan pengetahuan mengenai program perpusru sebagai salah satu program kwalitas berkelanjutan.

Kepala Dinas Perpustakaan mengatakan, Isyallah tahun depan kita akan lebih memperbanyak layanan-layanan. Tiap tahun kami punya link terhadap kepada perpustakaan nasional untuk e catalog siapapun bisa mengakses ada buku-buku yang ada di provinsi lain atau buku-buku yang ada di pusat dapat diakses di e katalog.

“Kedepannya mudah-mudahan kita bukan hanya meningkatkan pelayanan perpustakaan tetapi juga melakukan pembinaan terhadap perpustakaan-perpustakaan yang ada di kabupaten/kota yang termasuk kabupaten/kota adalah kecamatan, desa dll. Makanya adanya rapat koordianasi ini penting untuk kita, untuk menyamakan persepsi meningkatkan pengembangan perpustakaan di Kalsel. Insyallah kita akan menambah server untuk masyarakat,” ujarnya.

Dikatakannya, setiap hari kunjungan masyarakat terus bertambah antara 100 orang sampai 200 orang setiap harinya. Setahunnya hampir ratusan ribuan pengunjung perpustakaan. Untuk pengukuran pengunjung bukan saja di perpustakaan tetap tetapi kita menghitungnya seluruh di Kalsel termasuk perpustakaan keliling. Tahun lalu untuk perpustakaan yang diwilayah pal 6 ada sekitar 90 ribu pengunjung perpustakaan.

“Target 100 ribu lebih pengunjung, suatu perputakaan berkembang memang harus ada koleksi-koleksi buku, kami juga ada itu, kita memberitahu kepada mahasiswa bahwa koleksi kita dinamis,” jelasnya.

Dia mengatakan, untuk koleksi tahun ini bertambah 360 buku baru. Setiap pelayanan tiap hari kalau ada masyarakat yang mencari buku tidak ada di perpustakaan kami usahakan mendapatkan buku tersebut artinya kami catat dulu no teleponnya apa bukunya, pengarangnya bisa kita carikan sampai ke Surabaya atau ke Jakarta sampai dapat. Misalkan orang mau melaksanakan tesis tidak ada di perpustakaan di Banjarmasin ini, toko buku juga tidak ada karena orang-orang yang mencari buku terutama orang-orang yang tidak punya uang, yang kedua punya uang tetapi tidak bisa mendapatkan,oleh karena itu kita bantu.

“Jadi kita melaksanakan pelayanan ini kepada masyarakat, agar masyarakat lebih senang ke perpustakaan,” ungkapnya. rel/info

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here