Purwoko Sosok yang Peduli Kesenian Tradisional dari Banjarbaru

0
112 views

purwoko

Purwoko (Petruk) Ketua Paguyupan Pandemen Langenbeksen Campur Sari Papan Lesan Puri Banjarbaru berharap, kesenian tradisional diperhatikan dan dilestarikan.

Salah satunya, Purwoko yang akrab disapa Petruk melestarikan seni budaya. Macam- macam ini campur sari, wayang, keroncong bahkan kami sering menampilkan seni-seni musik tradisional dari berbagai daerah. Bahkan Petruk pernah menggelar wayang kolaborasi dengan musik panting, serta madihin.

“Kali ini kami memandang bahwa musik keroncong untuk di Kalimantan Selatan ini masih relatif kurang semangatnya, kalau dulu ada beberapa group musik keroncong nah ini kami terus terang didatangi oleh beberapa orang pemusik dan penyanyi keroncong yang sudah tidak aktif kemudian meminta Papan Lesan Puri untuk menjadi naungan adanya musik keroncong di Kalsel,” katanya.

Menurut Petruk, bahwa group musik keroncong ini diberi nama musik keroncong Lesan Puri bernaung dibawah Papan Lesan Puri itu, kita sudah latihan ada 10 kali dan rencananya pada hari Senin (28/11) akan diresmikan walikota Banjarbaru di Rumah Makan Leolang Banjarbaru.

Yang hadir Walikota dan anggota Papan Lesan Puri kemudian paguyupan-paguyupan ada di Kota Banjarbaru dan sekitarnya bahkan yang ada di Banjarmasin serta pejabat dan tokoh masyarakat di Banjarbaru. Ini nanti sekitar 300 orang undangannya yang akan hadir.

“Kami akan melestarikan seni musik keroncong.Sementara sekretarian di Mustika Indah Blok A Guntung Manggis Banjarbaru. Untuk latihan kita masih pindah-pindah bisa dirumah saya, di sanggar dan Rumah Makan Leolang, Budaya Manunggal.Ini malah antusias sekali banyak orang minta ditempati latihan,” katanya.

Pihaknya juga akan mengundang Ketua Komunitas Keroncong Indonesia, Sukardi SH MH yang merupakan juara bintang Radio juga musik keroncong Cuma waktu hari H sedang ke Yogya ada persemian pengurus disana namun juga ada yang mewakili.

“Setelah diresmikan rencananya, misi kami adalah melestarikan orkes keroncong ini dan akan berupaya selain latihan-latihan punya target kita ada media baik elektronik maupun media-media cetak untuk publikasi. Kami juga punya cita-cita bikin album kita main kemudian penyanyi lokal yang ada kemudian tokoh-tokoh siapa yang bisa bernyanyi kita rekam sendiri untuk komsumsi kita-kita sendiri untuk semangat.Kemudian di tingkat nasional ini ada event yang rutin festifal keroncong terakhir di Yogyakarta dan Solo, kami nanti mudah-mudahan lewat ketua koki bisa dikirim disana untuk bisa mengikuti festival keroncong nasional,” katanya.

Salah satu untuk meningkatkan minat dengan musik keroncong menurut analisa saya, apapun penggeraknya paguyupan atau kelompok apapun kalau tidak ada penggerak meskipun telah dibentuk organisasi inikan sulit, penggerak itu memang disini harus orang-orang yang murni ingin melestarikan, menurut saya seni itu tidak bisa untuk sandaran mencari penghasilan.

Dan keroncong sendiri memang belum banyak yang minat karena itu kita akan mengawali dari awal supaya tumbuh kembang mencari orang-orang yang seide.

Hal ini memang sulit sekali jadi jaman sekarang contoh saja latihan kawan-kawan ini hebat sekali rumahnya jauh-jauh bahkan ada yang di Kotabaru seminggu dua kali mau kumpul untuk latihan demi untuk latihan keroncong.

“Kami juga akan ke lembaga-lembaga contohnya saja ke dewan kesenian, Dinas Pariwisata itu mungkin ada program=program seni budaya. Bagaimana caranya musik keroncong ini diberi tempat, ruang dan kesempatan untuk berkembang di Kalsel ini termasuk lembaga-lembaga publik seperti radio dan televisi untuk tampil, supaya masyarakat Kalsel tahu ternyata musik keroncong ada saja yang hidup,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here