Terjaganya Permintaan Domestik dan Perbaikan Kondisi Fiskal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Tahun 2017

Terjaganya Permintaan Domestik dan Perbaikan Kondisi Fiskal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Tahun 2017
kepala-bi-perwakilan-kalsel-harry-murthy-gunawan

Kepala BI Perwakilan Kalsel Harry Murthy Gunawan

 

Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan III-2016 tumbuh sebesar 3,46% (yoy), melambat bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,97% (yoy). Perlambatan ekonomi disebabkan oleh terkontraksinya Konsumsi pemerintah terkait adanya kebijakan penundaan DAU yang mendorong penghematan realisasi anggaran serta melambatnya investasi.

Sementara itu konsumsi RT tumbuh relatif stabil seiring terjaganya daya beli. Ekspor masih ter
kontraksi dengan besaran yang mengecil. Penurunan produksi batubara domestik Tiongkok mendorong pemenuhan pasokan dari luar negeri, termasuk dari Indonesia.

Dari sisi inflasi, inflasi tahunan Kalimantan Selatan pada triwulan III-2016 mengalami penurunan dari triwulan sebelumnya yaitu dari sebesar 5,88% (yoy) menjadi sebesar 4,74% (yoy). Penurunan inflasi didorong oleh turunnya tekanan inflasi pada komponen volatile foods dan inti pasca periode permintaan tinggi bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Di sisi lain, komponen administered price terkait masih tingginya inflasi angkutan udara.

Pada triwulan I-2017 perekonomian Kalimantan Selatan diprakirakan tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekspor sejalan dengan outlook harga batubara yang kembali membaik. Meski peningkatan permintaan belum solid, Tiongkok ke depan masih lebih memilih untuk mengimpor batubara untuk kebutuhan energinya. Permintaan dari negara alternatif khususnya kawasan ASEAN dan Asia Timur (Taiwan dan Korea Selatan) juga diprakirakan meningkat setelah akselerasi pertumbuhan ekonomi tertahan di 2016.

Beroperasinya sejumlah PLTU baru di regional dan Kalimantan pada tahun 2017 juga, mendorong penyerapan domestik batubara. Peningkatan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan mendatang juga akan ditopang oleh peningkatan konsumsi pemerintah dan investasi

Secara keseluruhan tahun 2017, perekonomian Kalimantan Selatan berpeluang tumbuh meningkat didorong oleh sejumlah sumber pertumbuhan. Rendah dan stabilnya tingkat inflasi akan menopang konsumsi RT. Pasca periode pengetatan fiskal di tahun sebelumnya, konsumsi pemerintah akan tumbuh meningkat, demikian juga dengan belanja infrastruktur.

Sementara itu inflasi pada triwulan IV-2016 akan terus turun seiring dengan baiknya kinerja sektor pertanian Kalimantan Selatan yang berdampak pada terjaganya pasokan pangan. Mencermati tren harga komoditas yang cenderung berada pada tingkatan yang rendah, penguatan produksi pangan melalui program upaya khusus swasembada pangan, dan koordinasi aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), tingkat inflasi Kalimantan Selatan pada akhir 2016 diprakirakan menurun dan mengarah pada kisaran target 4±1%.
Terkait analisis perkembangan ekonomi, inflasi, keuangan daerah, stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran, Kantor Perwakilan Bank lndonesia Provinsi Kalimantan Selatan telah menerbitkan buku Kajian Ekonomi dan Keuangan Regionai (KEKR) November 2016. Buku tersebut mengulas secara lengkap perkembangan terakhir berbagai variabel ekonomi makro serta prospeknya.

Masyarakat yang berminat untuk membaca buku tersebut dapat datang ke Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank lndonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Jl. Lambung Mangkurat No.15, Banjarmasin. Selain itu, masyarakat juga dapat mengunduh versi digitalnya di alamat http://www.bi.go.id/id/publikasi/kajian-ekonomi-regional/Contents/Default.aspx.

 

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply