Kota Banjarmasin Inflasi 0,11 Persen

0
28 views

Bulan Nopember 2016, di Kota Banjarmasin terjadi Inflasi sebesar 0,11 persen. Laju inflasi kumulatif tahun 2016. November 2016 terhadap Desember 2015 sebesar 2,83 persen dan laju inflasi “ year on year ” adalah 4,14 persen.
“Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain ikan gabus, sewa rumah, udang basah, bawang merah, ikan papuyu. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain beras, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan kembung/gembung, apel,” kata Diah Utami Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (1/12).
Dikatakan Diah, di Kota Banjarmasin dari 7 kelompok pengeluaran, lima kelompok mengalami kenaikan indeks harga yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,09 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,33 persen, kelompok sandang sebesar 0,10 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,44 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,05 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan,
Menurut Diah, satu kelompok mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,04 persen. Di Kota Tanjung, pada Bulan November 2016 mengalami inflasi sebesar 1,85 persen. Laju inflasi kumulatif Tahun 2016 November 2016 terhadap Desember 2015. terjadi inflasi sebesar 1,15 persen dan laju inflasi “year on year ” adalah 2,05 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Tanjung antara lain: kacang panjang, bawang merah, jagung manis, ikan gabus. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain: telur ayam ras, gula pasir, ikan layang/benggol, apel, cumi-cumi.
“Pada bulan November 2016, Kalimantan Selatan yang merupakan gabungan dari Kota Banjarmasin dan Kota Tanjung mengalami inflasi sebesar 0,24 persen, laju inflasi kumulatif tahun 2016 mengalami inflasi sebesar 2,71 persen, dan laju inflasi “ year on year ” adalah sebesar 3,99 persen,” jelasnya.
Dijelaskannya, dari 82 kota yang menghitung indeks harga konsumen, tercatat 78 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di kota Manado sebesar 2,86 persen, dan terendah di kota Singkawang sebesar 0,05 persen, deflasi tertinggi di kota Bau-Bau sebesar 1,54 persen, terendah di kota Kendari sebesar 0,22 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here