Pertama Kali di Indonesia, Ngebet.. Jadi Calon Ketua Pemuda Pancamarga Kalsel Diduga Palsukan SK LVRI

Pertama Kali di Indonesia, Ngebet.. Jadi Calon Ketua Pemuda Pancamarga Kalsel Diduga Palsukan SK LVRI

supian HK
Entah disengaja atau tidak, yang jelas panitia seleksi pemilihan Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kalsel tahun 2016 menemukan adanya indikasi kuat adanya pemalsuan dokumen Surat Keputusan (SK) anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) berinisial SHK yang juga anggota DPRD Kalsel dari Fraksi Partai Golkar Kalsel.

Dugaan pemalsuan data anggota LVRI Kalsel ini dibenarkan oleh Ketua demisioner DPD PPM Kalsel Hj Fatimah Adam yang menerangkan, terungkapnya dugaan SK Veteran palsu itu ketika Musyawarah Daerah (Musda) VIII organisasinya tersebut Desember (2016) lalu.

Pasalnya salah satu persyaratan mencalon menjadi Ketua DPD PPM Kalsel yang bersangkutan harus menunjukkan bukti dukung, antara lain SK Veteran dari orangtuanya.

Namun dari 11 orang yang mendaftar sebagai bakal calon (balon) itu, sesudah verifikasi melalui Kantor Administrasi Veteran Kalsel, ternyata salah satu di antaranya diduga palsu, yaitu atas nama “SHK” kelahiran Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Kemudian dari 10 calon Ketua DPD PPM Kalsel 2017 – 2021 itu melalui proses lebih lanjut hanya tiga menjadi nominasi, dan terpilih Gusti Fauziady yang sampai rapat formaeur menyusun kepengurusan organisasi tersebut untuk empat tahun mendatang, belum menyerahkan bukti-bukti pendukung.

Bila hingga 20 Januari 2017, Gt Fauziady tidak bisa menyerahkan bukti-bukti pendukung yang bersangkutan bisa dibatalkan sebagai Ketua DPD PPM Kalsel terpilih, maka nomor urut berikut menggantikannya.

Ketetapan menganuler Kedua DPD PPM Kalsel terpilih itu berdasarkan rapat tim formateur yang juga hadir Wakil Ketua DPP PPM Wiedodo, serta Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kalsel Muslih Sodiono.
Dugaan dari Pemuda Panca Marga (PPM) yang menemukan Surat Keputusan (SK) tentang Keanggota Legiun Veteran Republik Indonesia dengan dugaan palsu.

Juga jadi keprihatinan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPM Wiedodo di Banjarmasin, Kamis mengatakan, kasus temuan dugaan pemalsuan SK Veteran di Kalimantan Selatan (Kalsel) itu baru pertama kali terjadi di Indonesia.

“Dugaan pemalsuan SK Veteran tersebut berpotensi masalah hukum atau tindak pidana,” ujar Wakil Ketua DPP PPM yang membidangi Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) itu.

“Untuk menindaklanjuti dugaan pemalsuan SK Veteran itu, kami silakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPM Kalsel,” lanjutnya seraya menambahkan, pihaknya akan terus menertibkan keanggotaan organisasi keluarga Veteran/pejuang tersebut.

Wiedodo mengemukakan itu di sela-sela rapat formateur penyusunan DPD PPM Kalsel masa bakti 2017 – 2021 di Gedung Joeang-Jalan Brigjen H Hasan Basry/Kayu Tangi Banjarmasin.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan