Pemprov Kalsel Diminta Serius Garap Sektor Pertanian

0
29 views

Anggota Komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kalimantan Selatan H Karli Hanafi Kalianda berpendapat, ekonomi kerakyatan di provinsinya tahun 2017 masih mengandalkan pertanian dalam pengertian umum atau lebih luas lagi.
Kalau melihat keadaan atau pengalaman 2016, ekonomi kerakyatan di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang terdiri atas 13 kabupaten/kota ini pada tahun 2017 masih mengandalkan sektor pertanian.

Pasalnya, untuk sektor lain masih belum menggembirakan, seperti usaha pertambangan batu bara yang ketergantungan dengan pasaran dunia, kendati perkembangan terakhir mulai bangkit dari kelesuan.

Namun, lanjut anggota DPRD Kalsel pengganti antarwaktu (PAW) dari Partai Golkar atau yang baru 29 Desember lalu sebagai wakil rakyat itu, usaha pertanian tersebut perlu peningkatan pembinaan dan pengembangan dari pemerintah daerah (Pemda) setempat.

“Tanpa peningkatan pembinaan dan pengembangan pertanian, seperti agribisnis kurang maksimal atau tidak mendatangkan nilai tambah yang berarti (signifikan),” tutur Karli yang juga akrab dengan panggilan Akang itu.

“Apalagi untuk mengarah kepada agro industri, memerlukan peningkatan pembinaan dan pengembangan,” ujar laki-laki bergelar doktor, sarjana hukum dan magister hukuk kelahiran Banjarmasin, 26 Agustus 1952 tersebut.

Menurut Karli, jika dijual dalam bentuk mentah atau aslinya, kemungkinan buah kita kalah bersaing dengan impor yang belakangan semakin terbuka dan membanjiri pasar buah-buahan dalam negeri Indonesia,” demikian Akang.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.