Komisi II Tidak Mengulur Fit And Profer Test KPU

0
52 views

_20170220_221401Jakarta,Info Banua.Komisi II DPR RI memastikan tidak ingin membuat proses pemilihan anggota Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu berlarut-larut. Belum dilakukannya uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap calon yang disodorkan pemerintah semata-mata sebagai bentuk kehati-hatian Dewan.

“Bukannya berlarut-larut. Ini bentuk kehati-hatian Komisi II agar dalam fit and proper test dapat menghasilkan komisoner KPU dan Bawaslu yang profesional dan berintegritas,” terang anggota Komisi II Rahmat Hamka di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (24/3).

Pemerintah sudah mengirimkan 14 calon anggota KPU dan 10 calon anggota Bawaslu sejak akhir Februari lalu. Namun, sampai sekarang, proses fit and proper test belum dilakukan DPR.

Rahmat menjelaskan, sebelum fit and proper test dilakukan, Komisi II ingin lebih dulu meminta penjelasan pemerintah, dalam hal ini panitia seleksi atas nama-nama yang dihasilkan. Komisi II ingin mendalami proses penilaian yang dilakukan Pansel saat melakukan seleksi. Untuk pendalaman tersebut, dalam waktu dekat, Komisi II akan memanggil Pansel ke Senayan.

“Yang ingin kami dalami adalah bagaimana proses penilaian itu dan mengapa mereka yang terpilih. Hal ini nantinya akan menjadi bahan Komisi II untuk mendalami para calon saat fit and proper test dilakukan,” ujarnya.

Rahmat memastikan bahwa kondisi ini tidak akan berpengaruh pada tahapan Pemilu 2019. Sebab, masih ada waktu yang cukup untuk menentukan anggota KPU dan Bawaslu baru. Jika pun diperlukan perpanjangan masa jabatan anggota KPU dan Bawaslu saat ini, dia memperkirakan perpanjangan itu tidak akan terlalu lama.

Soal wacana anggota partai politik di dalam komisioner KPU, Rahmat menganggap sebagai sesuatu yang berlebihan. Dia pun meminta wacana itu tidak terus dikembangkan. Terlebih, dalam rapat DPR dan pemerintah, sudah ditetapkan bahwa anggota KPU dan Bawaslu tetap dari kalangan profesional.

“Sebenarnya, yang harus dilakukan adalah, proses fit and proper test komisioner KPU dan Bawaslu harus diperketat. Dengan begitu, yang terpilih nanti benar-benar orang yang punya kredebilitas dan kapasitas yang memang layak,” tandas Rahmat.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here