Awasi Orang Asing, Pemilik Hotel Harus Miliki Aplikasi Pelaporan Khusus Orang Asing

Awasi Orang Asing, Pemilik Hotel Harus Miliki Aplikasi Pelaporan Khusus Orang Asing

imigrasiBeberapa waktu lalu ada kabar kedatangan pekerja asing ilegal mengemis di Kota Surabaya. Hal ini yang berusaha ditanggapi oleh Direktorat Jenderal Pajak Indonesia.

Salah satu solusi yang ditawarkan yakni dengan meluncurkan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA). Hampir di seluruh Indonesia, aplikasi ini telah disosialisasikan. Termasuk di Surabaya, Jawa Timur.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F. Sompie, dalam Peluncuran dan Sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), di Ballroom Hotel JW Mariot Surabaya, Kamis (13/4).

Melalui Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Surabaya, yang wilayah kerjanya meliputi Surabaya, Sidoarjo dan Mojokerto, aplikasi ini resmi dapat digunakan. Aplikasi berfungsi untuk mendata keberadaan orang asing di Indonesia.

Ronny menjelaskan, setelah para wisatawan asing masuk ke Indonesi melalui pintu gerbang, baik bandara, pelabuhan dan pos perbatasan, imigrasi tidak lagi bisa dapat memantau aktivitas mereka.

Oleh karena itu dengan adanya aplikasi ini, Direktorat Jenderal Imigrasi mengajak masyarakat untuk proaktif melaporkan keberadaan mereka.

“Ini bukan dimaksudkan untuk mencari-cari kesalahan warga asing. Justru memberikan rasa aman kepada mereka,” katanya.

Para peserta yang hadir dalam acara sosialisasi ini sekitar 143 orang pengelola maupun pemilik penginapan, apartemen dan hotel. “Ini merupakan langkah awal. Lebih lanjut kita akan menyuluhkan ini bahkan hingga ke kelurahan dan desa,” tuturnya.

Untuk implementasinya sendiri, lanjutnya, aplikasi ini dapat diakses melalui apoa.imigrasi.go.id. Di dalamnya, para pengelola penginapan diminta untuk mengisi data tamunya. Dimulai dari nama, kebangsaan, nomor paspor, tujuan kedatangan, alamat menginap dan lama tinggal.

Selain itu, adanya aplikasi ini sesuai dengan ketentuan UU Imigrasi Nomor 6 Pasal 72 Tahun 2011 tentang keimigrasian. Di mana dijelaskan sebagai berikut, “Pemilik atau pengurus tempat penginapan wajib memberikan data mengenai Orang Asing menginap di tempat penginapannya jika diminta oleh pejabat imigrasi yang bertugas.”

“Sehingga dengan adanya aplikasi ini membuat para pengelola maupun pemilik penginapan lebih mudah. hanya dengan cukup menggunakan aplikasi ini,” terangnya.

Di samping itu, aplikasi ini juga dapat menjadi media bagi pemerintah di dalam menyuguhkan data konkret jumlah wisatawan asing yang memanfaatkan bebas visa ini. Bebas visa sendiri merupakan kerja sama yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dengan 69 negara di dunia.

Selain pengelola dan pengusaha penginapan, turut hadir dalam acara ini Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. “Terlepas dari aktivitas mereka di Indonesia, semisal berwisata. Warga asing di Indonesia juga harus mengikuti peraturan yang berlaku di negara ini,” ujar Ronny.

rizal

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan