Pemuda Dan Pelajar Benteng Negara Dalam Menjaga NKRI

Pemuda Dan Pelajar Benteng Negara Dalam Menjaga NKRI

Tanjung,Info Banua.Bermacam – macam bentuk isu SARA yang dilakukan oleh sebagian individu ataupun golongan demi mendapatkan kepentingan serta tujuan,akhir akhir ini sering kita jumpa,demikian di katakan Anggota MPR/DPD RI Antung Fatmawati saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar di hadapan Pelajar SMA 1 Kelua Kabupaten Tanjung,Senin (17/4/2017).

Berita hoax (fitnah) yang dilancarkan oleh buzzer melalui media sosial salah atu sarana yang aakhir akhir ini bermunculan di media sosial. Berita hoax yang bereda itu bertujuan politis atau tidak banyak kita jumpai.Berita di media sosial sangatlah besar pengaruhnya bagi kelangsungan dan keutuhan republik ini,karena di baca dan di lihat hampir seluruh masyarakat,termasuk generasi muda dan pelajar yang sangat rentan akan pengaruh berita yang buruk.

Ada beberapa kondisi dimana masyarakat yang minim informasi, sangat mudah untuk di provokasi melalui media sosial. Terutama penduduk kalangan menengah kebawah dan penduduk yang bertempat tinggal jauh di pelosok negeri. Mereka sangat gampang untuk digiring opininya dan percaya terhadap suatu hal yang bersifat provokatif. Inilah yang menjadi perhatian publik kota besar pada umumnya dan penduduk daerah kecil pada khususnya. Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari masyarakat yang penyebarannya sangat luas. Bukan hanya di kota besar, namun daerah lain diluar kota besar atau pulau jawa memegang peranan penting dalam kelangsungan nasib Indonesia. Bagaimana tidak, untuk idealisme politik negara, pemerintah harus menyerap semua aspirasi masyarakat dari sabang sampai merauke,jelasnya

Jika masyarakat yang minim informasi tersebut memiliki pengaruh besar dalam politik Indonesia, maka mereka rentan untuk dijadikan sasaran provokasi fitnah atau pengiringan opini satu arah dari buzzer. Baik itu media yang tidak netral, maupun buzzer media sosial.

Di sinilah sebagai generasi muda yang terpelajar dan akan menjadi calon generasi penerus bangsa ini,memiliki peran yang stretegis dalam menentukan arah kedepannya bangsa ini.Generasi muda harus tetap teguh dan jangan sampai terprovokasi oleh berita yang tidak benar yang hanya bertujuan untuk memecahbelah bangsa dan negara,pemuda dan pelajar harus jadi benteng negara dalam menjaga NKRI,tegas Antung Fatmawti.

Kita harus sepakat bahwa provokasi dalam bentuk apapun harus dilaporkan ke pihak yang berwajib. Karena dapat menimbulkan ketegangan antar golongan masyarakat ataupun individu yang menimbulkan retaknya KeBhinekaan yang telah kita bangun dan runtuhnya persatuan. Provokasi delam bentuk langsung, mungkin bisa langsung dengan cepat ditanggapi oleh pihak kepolisian. Namun untuk provokasi melalui media sosial apakah dapat ditanggapi langsung oleh pihak berwajib? Untuk itulah dibentuknya kepolisian cyberarmy. Tujuannya memantau dan menindak pihak – pihak yang menyebarkan berita fitnah atau palsu melalui media sosial.

Bahaya provokasi melalui media sosial tidak boleh dianggap remeh, karena dapak yang ditimbulkan adalah “brainwash”terhadap orang-orang yang mengkonsumsi berita tersebut. Hingga akhirnya dikhawatirkan menimbulkan pengiringan opini publik yang bersifat membenci dan menimbulkan provokatif,pungkas Antung Fatmawati.

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan